Senin 15 Feb 2021 23:05 WIB

SAR Evakuasi 26 Korban Tertimbun Longsor di Nganjuk

Sembilan korban ditemukan meninggal dunia, dua di antaranya balita.

Foto udara kondisi tanah longsor  di Ngetos, Nganjuk, Jawa Timur, Senin (15/2/2021). Akibat tanah lonsor tersebut sedikitnya 21 korban dinyatakan hilang.
Foto: Zabur Karuru/ANTARA
Foto udara kondisi tanah longsor di Ngetos, Nganjuk, Jawa Timur, Senin (15/2/2021). Akibat tanah lonsor tersebut sedikitnya 21 korban dinyatakan hilang.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya mengatakan telah mengevakuasi 26 korban yang tertimbun longsor di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Sembilan korban yang dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia.

"Sementara jumlah korban selamat yang berhasil kami evakuasi dari timbunan longsor sebanyak 17 orang," katanya Kepala Kantor SAR Surabaya Hari Adi Purnomo dalam siaran pers yang diterima di Surabaya, Senin (15/2) malam.

Dengan demikian, kata dia, jumlah korban yang belum ditemukan diperkirakan masih tersisa 10 orang.

Bencana longsor dipicu hujan dengan intensitas sedang sampai tinggi terjadi pada pada Ahad (14/2)  sekitar pukul 15.00 WIB sampai 19.00 WIB. Longsor terjadi pada tebing di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, pukul 18.00 WIB.

Kantor SAR Surabaya mengumumkan nama-nama korban yang ditemukan meninggal dunia dua di antaranya berusia di bawah lima tahun (balita), yaitu Putra dan Nendra. Tujuh lainnya dewasa, yaitu Umi, Yatemo, Parmiati, Friska Amelia, Sri Utami dan Khasanah.

"Satu lagi korban meninggal dunia usia dewasa bernama Fatim. Sebenarnya saat dievakusi dalam kondisi selamat, namun kemudian meninggal dunia saat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Nganjuk," ucap Hari.

Sementara, 10 orang yang masih dinyatakan hilang, masing-masing bernama Muryanto, Yono, Yatini, Darimun, Muryam, Sunarsih, Prasetyo, Rama, Dimas dan Rehan. Kantor SAR Surabaya mengerahkan sebanyak dua tim untuk membantu upaya pencarian para korban bencana tersebut.

Hari menjelaskan sebanyak dua tim operasi yang beranggotakan 15 orang penyelamat dari Kantor SAR Surabaya dan Pos SAR Trenggalek dikerahkan ke lokasi longsor dengan sejumlah peralatan SAR pendukung.

"Selain personel penyelamat dan penolong terlatih, Kantor SAR Surabaya juga mengerahkan satu unit alat berat berupa eskavator untuk mempermudah upaya pencarian terhadap para korban tanah longsor yang belum ditemukan," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement