Calon Ketum IA ITB Gembong Primadjaja Minta GAR Menahan Diri

Red: Erik Purnama Putra

Calon Ketua Ikatan Alumni (IA) ITB periode 2021-2025, Gembong Primadjaja.
Calon Ketua Ikatan Alumni (IA) ITB periode 2021-2025, Gembong Primadjaja. | Foto: Dok

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gerakan Anti Radikalisme Institut Teknologi Bandung (GAR ITB) diminta menahan diri dengan tidak terus menuding orang lain radikal, dan menjaga pluralisme di Indonesia. Calon Ketua Umum Ikatan Alumni (IA) ITB, Gembong Primadjaja mengingatkan, isu politik tidak ada dalam Anggaran Dasar Rumah Tangga dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) IA ITB.

Karena itu, ia menyarankan, IA ITB bergerak di bidang yang berkaitan pendidikan di kampus, yaitu teknologi, sains, dan seni. "Pluralisme sudah menjadi keniscayaan. Tidak perlu lagi diperdebatkan atau dipertentangkan. Dengan adanya pluralisme, rasanya tidak mungkin radikal akan hidup nyaman,” kata Gembong di Jakarta, Selasa (15/2).

Gembong mengakui, GAR ITB menjadi sebuah isu besar saat ini karena kurangnya komunikasi dan interaksi satu sama lainnya. Dia menegaskan, harus ada orang sosok yang bisa menyediakan waktu yang cukup menjalin komunikasi sehingga mampu meminimalisasi perbedaan persepsi antarkelompok di dalam IA ITB.

"Saat ini perbedaan persepsi menjadi PR (pekerjaan rumah) agar bisa saya jembatani,” ucap Sekretaris Jenderal (Sekjen) IA ITB periode 2016-2020 ini.

Alih-alih memperdebatkan radikalisme, Gembong justru mengajak para alumnus yang tergabung dalam IA ITB untuk bersama-sama membangun bangsa. Dia juga mengajak membesarkan dan meningkatkan rangking ITB di Asia hingga dunia.

"Saya berharap teman-teman yang sedang memperjuangkan sesuatu toleransi atau kebhinekaan tadi bisa menahan diri agar lebih kondusif buat kita semua,” sambung Gembong seraya menegaskan ia tak tergabung dalam anggota GAR ITB.

Menurut Gembong, keberadaan IA ITB harus mampu menjadi wadah kanalisasi dan optimalisasi alumni dalam berkarya membangun Indonesia menjadi lebih hebat. Gembong siap menjalankan beberapa platform jika terpilih sebagai Ketua Umum IA ITB periode 2021-2025.

Salah satunya adalah mengembangkan ‘Indonesianisme Summit’ yang saat ini menjadi panggung bagi alumni menunjukkan karya orisinalnya dan mempromosikan ke stakeholder terkait. Indonesianisme, sambung dia, bisa lebih memperluas program dan keterlibatan para alumnus melalui teknologi.

Sselama menjabat Sekjen IA ITB, Gembong tercatat telah menyelenggarakan Indonesianisme Summit sejak tahun 2017, 2018, dan 2019. Acara tersebut bahkan dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dan sejumlah menteri. Indonesianisme Summit berhasil mewujudkan kerja sama antara perusahaan start up milik alumni dan menampilkan produk teknologi kreasi anak bangsa.

Selain Indonesianisme Summit, Hal lain yang juga menjadi fokus Gembong, yaitu pengefektifan kas dana alumni. Kas akan diputar pada bisnis-bisnis alumni yang membutuhkan, dikelola tanpa bunga berdasarkan kerjasama dengan sharing hasil.

Hal lain yang juga menjadi fokus Gembong, yaitu pengefektifan kas dana alumni. Dia menjelaskan, dana kas diputar pada bisnis-bisnis alumni yang membutuhkan, dikelola tanpa bunga berdasarkan kerjasama dengan sharing hasil.

"Universitas-unversitas di dunia, diskursus antara para alumninya adalah bagaimana membangun kekuatan ekonomi dari kekuatan teknologi atau produk atau sains. Tantangannya, membangun tekonogi, membangun entrepeurship di antara kalangan alumninya," ujar Gembong.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Sebagian Alumni Merasa Tercoreng oleh GAR ITB

JK: Din Syamsuddin Bukan Tokoh Radikal

Muhammadiyah Pulangkan Tindakan GAR ITB ke Din Syamsuddin

Tuduhan Radikal kepada Din Syamsudin adalah Pembodohan

Pemerintah tak Proses Laporan GAR-ITB Soal Din Syamsuddin

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image