Senin 15 Feb 2021 17:07 WIB

Jumlah Pemeriksaan Spesimen di DIY Menurun

Dalam beberapa hari ini terjadi penurunan kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Hiru Muhammad
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) membagikan masker kepada calon penumpang kereta api di Stasiun Yogyakarta, Gedongtengen, DI Yogyakarta, Ahad (14/2/2021). Dalam kunjungannya Menhub Budi Karya Sumadi juga melihat penggunaan alat deteksi awal COVID-19 GeNose untuk calon penumpang sebelum melakukan perjalanan.
Foto: ANTARA/Hendra Nurdiyansyah
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) membagikan masker kepada calon penumpang kereta api di Stasiun Yogyakarta, Gedongtengen, DI Yogyakarta, Ahad (14/2/2021). Dalam kunjungannya Menhub Budi Karya Sumadi juga melihat penggunaan alat deteksi awal COVID-19 GeNose untuk calon penumpang sebelum melakukan perjalanan.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Jumlah pengetesan spesimen atau sampel Covid-19 dalam dua hari ini di DIY turun. Pada 14-15 Februari 2021, jumlah sampel yang diperiksa turun menjadi 665 sampel dan 688 sampel.

Penurunan pengetesan sampel Covid-19 ini terjadi secara signifikan. Pasalnya, jumlah sampel yang diperiksa sebelumnya selalu di atas 1.000 sampel per hari.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 untuk DIY, Berty Murtiningsih mengatakan, penurunan ini dikarenakan jumlah sampel yang dikirim ke laboratorium pemeriksaan sampel Covid-19 juga menurun. Hal tersebut terjadi karena dalam beberapa hari ini terjadi penurunan kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 di DIY.

"Karena tracing (pelacakan) kontak kasus positif yang kasusnya juga menurun ya, dilihat dari jumlah sampel yang dikirim ke laboratorium rujukan juga mengalami penurunan," kata Berty, Senin (15/2).

Pada 13-15 Februari, penambahan kasus baru Covid-19 di bawah 200 kasus. Jumlah ini turun dari yang sebelumnya mencapai lebih dari 200-400 kasus baru yang dilaporkan per hari. "Yang periksa mandiri ke beberapa laboratorium, untuk PCR mengalami penurunan," ujar Berty.

Berty menyebut, pada 15 Februari ini ada tambahan 135 kasus baru. Sehingga, total kasus positif di DIY sudah mencapai 25.168 kasus.

Penambahan kasus baru tersebut dilaporkan di Kabupaten Bantul, Kabupaten Sleman, Kabupaten Kulon Progo dan Kota Yogyakarta. Masing-masingnya 57 kasus baru, 52 kasus baru, 20 kasus baru dan enam kasus baru."Sedangkan di Kabupaten Gunungkidul dilaporkan nihil tambahan kasus baru," jelasnya.

Berdasarkan riwayat, sebagian besar kasus baru tersebut merupakan hasil dari tracing kontak kasus positif. Setidaknya, 51 kasus baru didapatkan dari riwayat tracing, 49 kasus baru dari riwayat periksa mandiri dan riwayat dari 35 kasus baru lainnya belum diketahui.

"Kasus aktif di DIY saat ini turun menjadi 5.763 kasus dan suspek Covid-19 di DIY sudah 33.509 orang dengan 602 diantaranya suspek dalam pemantauan," kata Berty.

Selain itu, kesembuhan Covid-19 juga bertambah 140 kasus. Secara kumulatif, kesembuhan di DIY sudah mencapai 18.810 kasus dengan persentase 74,58 persen.Tambahan kasus sembuh ini, katanya, tersebar di seluruh kabupaten dan kota di DIY. Tertinggi disumbang oleh Sleman dengan 86 kasus sembuh."19 kasus sembuh disumbang Bantul, 17 kasus sembuh disumbang Gunungkidul, 16 kasus sembuh disumbang Kota Yogyakarta dan dua kasus sembuh di Kulon Progo," tambahnya.

Lebih lanjut, Berty melaporkan ada tambahan lima kematian Covid-19. Lima kasus meninggal dunia ini merupakan dua warga Gunungkidul, dua warga Kota Yogyakarta dan satu warga Sleman. Sehingga, total kasus meninggal akibat Covid-19 menjadi 595 kasus. Sedangkan, persentase kematian Covid-19 di DIY sebesar 2,36 persen.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement