Monday, 22 Syawwal 1443 / 23 May 2022

BEI: Investor Aceh Incar Saham Keuangan dan Farmasi

Senin 15 Feb 2021 14:53 WIB

Red: Friska Yolandha

Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Aceh mencatat sektor keuangan dan farmasi menjadi incaran para investor di tengah pandemi Covid-19. Investasi di pasar modal menjadi salah satu upaya investor meningkatkan pengembangan dana.

Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Aceh mencatat sektor keuangan dan farmasi menjadi incaran para investor di tengah pandemi Covid-19. Investasi di pasar modal menjadi salah satu upaya investor meningkatkan pengembangan dana.

Foto: Antara/Reno Esnir
Investasi kepemilikan saham masyarakat Aceh pada 2020 meningkat Rp 410 miliar.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Aceh mencatat sektor keuangan dan farmasi menjadi incaran para investor di tengah pandemi Covid-19. Investasi di pasar modal menjadi salah satu upaya investor meningkatkan pengembangan dana.

"Saat pandemi bisnis sektor riil ikut terdampak sehingga para investor memilih alternatif lain untuk mengembangkan dananya dan pilihan itu yakni ada di sektor keuangan dan farmasi," kata Kepala Kantor BEI Provinsi Aceh, Thasrif Murhadi di Banda Aceh, Senin (15/2).

Ia menyebutkan total investasi kepemilikan saham masyarakat Aceh di bursa saham pada 2009 sebesar Rp 236 miliar. Nilai ini naik pada 2020 menjadi Rp 410 miliar atau meningkat sebesar 73 persen dibanding tahun sebelumnya.

"Kenaikan tersebut juga dipengaruhi meningkatnya literasi dan inklusi tentang pasar modal kepada masyarakat yang dilakukan secara tidak terbatas melalui daring," katanya.

Menurut dia edukasi yang diberikan kepada masyarakat di tengah pandemic Covid-19 tidak terbatas. Semua boleh ikut kelas investasi saham karena edukasi yang diberikan berlangsung secara daring.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA