Senin 15 Feb 2021 13:49 WIB

Freeport Buka Peluang Kerja Sama Pemanfaatan Tailling

Akhir tahun lalu Freeport mengirimkan 4.000 ton tailling ke Kabupaten Merauke.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Nidia Zuraya
PT Freeport Indonesia mengirim 4.000 ton materi tailing ke Kabupaten Merauke, Papua yang akan digunakan untuk pembangunan infastruktur jalan dan fasilitas umum lainnya.
Foto: facebook.com/IDFreeport
PT Freeport Indonesia mengirim 4.000 ton materi tailing ke Kabupaten Merauke, Papua yang akan digunakan untuk pembangunan infastruktur jalan dan fasilitas umum lainnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Freeport Indonesia (PTFI) mengaku terbuka kepada semua pihak yang memang hendak bekerja sama untuk memanfaatkan pasir sisa tambang atau tailling. Pemerintah pun mendukung penggunaan tailing ini untuk infrastruktur.

Juru Bicara Freeport Indonesia Riza Pratama menjelaskan PTFI sudah sejak lama melakukan kajian dan pemanfaatan dari tailing ini. Awalnya, PTFI menggunakan tailling ini untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur di sekitar side saja, namun sejak tahun lalu PTFI sudah mulai melakukan pemanfaatan tailing untuk wilayah Papua dan sekitarnya.

Baca Juga

"Tailing ini bisa digunakan untuk bahan baku infrastruktur. Bisa digunakan untuk pembangunan jalan, jembatan bahkan gedung," ujar Riza kepada Republika.co.id, Senin (15/2).

Riza mengatakan akhir tahun lalu PTFI mengirimkan 4.000 ton materi tailling ke Kabupaten Merauke untuk bisa dimanfaatkan. Ia mengatakan pembangunan jalan dan fasilitas umum di sana menggunakan tailing dari Freeport tersebut. "Pengiriman ini merupakan tahap pertama dari rencana dua tahap pengiriman 7.500 ton materi tailing ke Kabupaten Merauke," ujar Riza.

Freeport pun kata Riza sangat terbuka jika memang ada pihak lain yang hendak bekerjasama untuk memanfaatkan tailing ini di luar wilayah Papua. Meski memang perlu perhitungan dan lebih lanjut untuk membawa tailing ini dari Papua menuju daerah tujuan.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement