Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Fenomena Covid-19, Jeblok di Kandang karena tanpa Penonton

Ahad 14 Feb 2021 15:19 WIB

Red: Israr Itah

Ilkay Guendogan dari Manchester City, kanan, mencetak gol kedua timnya selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Liverpool dan Manchester City di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Minggu, 7 Februari 2021.

Ilkay Guendogan dari Manchester City, kanan, mencetak gol kedua timnya selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Liverpool dan Manchester City di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Minggu, 7 Februari 2021.

Foto: AP/Jon Super/AP Pool
Liverpool sudah tiga kali tumbang di Anfield dalam pertandingan liga musim ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saat ini kebanyakan tim Liga Primer Inggris memiliki catatan buruk di kandang sendiri. Hanya Manchester City yang hasil kandang maupun tandangnya sama bagusnya.

Sebelum dikalahkan Burnley pada 22 Januari, Liverpool sudah 68 pertandingan tak terkalahkan di Anfield. Setelah ditumbangkan Burnley, Brighton, dan Manchester City, predikat angker perlahan lepas dari Anfied.

Tak menyangka menang di Anfield pada 7 Februari, manajer Manchester City Pep Guardiola berkata, "Bertahun-tahun lamanya kami tak bisa menang di sini. Anfield amat mengintimidasi. Anfield selalu mengesankan, tetapi akan jauh lebih mengesankan lagi kalau ada penonton."

Baca Juga

Dari 17 tim Liga Inggris yang bermain lagi musim ini hanya Chelsea, Aston Villa, Southampton, West Ham dan Tottenham Hotspur yang penampilan kandangnya meningkat ketika tak ada penonton di stadion, dibandingkan dengan saat stadion masih disesaki suporter.

"Tanpa suporter di stadion, tim tuan rumah tak lagi memiliki keuntungan memiliki suporter yang menyemangatinya," kata manajer Everton Carlo Ancelotti.

ESPN menganalisis 288 pertandingan Liga Primer sebelum lockdown musim 2019-2020 dan 317 pertandingan setelah lockdown selama sisa musim 2019-2020 dan musim 2020-2021. Hasilnya menunjukkan terjadi penurunan jumlah gol saat pertandingan kandang dari rata-rata 1,5 gol per pertandingan sebelum lockdown menjadi 1,4 gol per laga sesudah lockdown.

Tim tandang selalu mendapatkan hasil lebih baik setelah lockdown dibandingkan sebelum lockdown. Kemenangan kandang berkurang 2 persen, sebaliknya kemenangan tandang naik 26 persen.

Kartu kuning untuk tim tandang juga turun dari rata-rata 1,9 kartu per laga menjadi 1,5 kartu per pertandingan selama tak ada penonton. Ini menandakan wasit tak lagi terprovokasi keadaan di dalam lapangan.

"Laga kandang dan tandang jadi berbeda, tak seperti dulu," kata bos Manchester United Ole Gunnar Solskjaer.

Dan bedanya, kata Michael Caulfield, psikolog olahraga terkemuka Inggris, “faktor pengintimidasi hilang di mata lawan.”

Pernyataan pemain Liverpool Fabinho ini menguatkan hal itu. "Seandainya penonton menyaksikan laga kami melawan United dan Burnley, saya yakin hasilnya akan berbeda jika ada dukungan penonton.”

Liverpool klub yang paling terpukul oleh dampak tribun kosong, sama dengan penampilan kandang Brighton, Newcastle dan Sheffield United yang juga berantakan tanpa penonton.

Liverpool juga kesulitan karena krisis cedera berkepanjangan tiga bek tengah pilihan pertamanya dan kelelahan mental sehingga kesulitan mencetak hasil 100 persen dalam pertandingan.

 

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA