Friday, 11 Ramadhan 1442 / 23 April 2021

Friday, 11 Ramadhan 1442 / 23 April 2021

Kopi Telur Khas Skandinavia yang Melegenda

Ahad 14 Feb 2021 12:19 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Nora Azizah

Kopi telur sudah menjadi tradisi di dapur Skandinavia sejak berabad-abad lalu (Foto: ilustrasi kopi telur)

Kopi telur sudah menjadi tradisi di dapur Skandinavia sejak berabad-abad lalu (Foto: ilustrasi kopi telur)

Foto: Pixabay
Kopi telur sudah menjadi tradisi di dapur Skandinavia sejak berabad-abad lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Telur dan kopi mungkin menjadi makanan pokok terpenting dari sarapan banyak orang. Tetapi belum pernah ada yang terpikir untuk menggabungkannya dalam satu cangkir yang sama.

Ternyata, kopi telur merupakan tradisi di dapur Skandinavia yang sudah ada sejak berabad-abad lalu. Menurut The Spruce Eats, dilansir Ahad (14/2), para imigran dari Swedia membawa cara unik ini bersama mereka ke Amerika pada akhir 1800-an, dan keluarga mereka terus membuatnya sejak saat itu.

Menurut mereka, menambahkan telur ke dalam proses pembuatan kopi ini bisa mengekstrak rasa pahit dari bubuk kopi dan bisa meningkatkan kafein yang terkandung di dalamnya.

Kita bisa menemukan beberapa resep online untuk mencampurkan kopi dan telur, tetapi ada metode menarik yang disediakan oleh The Spruce Eats. Alat yang dibutuhkan hanyalah panci dan saringan.

Untuk memulai, tuangkan sembilan cangkir air ke dalam panci dan didihkan. Sementara air mendidih, gabungkan bubuk kopi dan telur dengan 3/4 cangkir air lagi dalam gelas takar.

Setiap resep online mengatakan, seluruh telur dimasukkan termasuk dengan cangkangnya. Semua bisa dicampur menggunakan pengocok hingga hasilnya tampak seperti campuran brownies kental.

Seluruh campuran kemudian dituangkan ke dalam air mendidih. Lalu tuangkan sedikit air dingin dan biarkan semuanya selama sekitar 10 menit.

Lalu saring, hingga yang tertinggal hanyalah endapan ampas kopi dan cangkang telur, yang bisa dijadikan pupuk kompos untuk membantu menyuburkan tanaman. Sementara itu, masukkan yang sudah disaring ke dalam teko dan warnanya itu akan sedikit lebih kecokelatan daripada kopi hitam biasa. Keseluruhan proses memakan waktu sekitar 15 menit dari awal hingga akhir.

Bagi yang pertama mencobanya, mungkin tidak terlalu ada perbedaan besar pada rasanya, dan sama sekali tidak ada sedikit pun ampas sisa yang terkadang menyertai secangkir kopi hitam. Rasanya lebih lembut dan lebih mudah untuk diseruput.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA