Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Presiden AJK Minta Negara Muslim Setop Genosida di Kashmir

Ahad 14 Feb 2021 09:32 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Muhammad Hafil

 Seorang pria Kashmir berjalan dengan anaknya saat mogok untuk memperingati kematian pemimpin separatis Maqbool Bhat di Srinagar, Kashmir yang dikendalikan India, Kamis (11/2).

Seorang pria Kashmir berjalan dengan anaknya saat mogok untuk memperingati kematian pemimpin separatis Maqbool Bhat di Srinagar, Kashmir yang dikendalikan India, Kamis (11/2).

Foto: AP / Dar Yasin
Genosida di Kashmir diminta dihentikan negara Muslim.

REPUBLIKA.CO.ID,ISLAMABAD --- Presiden Azad Jammu dan Kashmir (AJK) yang dikuasai Pakistan, Sardar Masood Khan meminta negara-negara Muslim bersatu melawan Islamofobia dan membantu menghentikan genosida Muslim yang terjadi di Jammu dan Kashmir yang diduduki secara Ilegal di India (IIOJ&K). Seperti dilansir Business Recorder pada Ahad (14/2) Masood Khan menyampaikan hal itu pada saat sesi bicara di webinar yang diselenggarakan Dewan Konsultasi Organisasi Islam Malaysia di Malaysia yang membahas tema situasi terkini di Jammu dan Kashmir yang diduduki.

Masood Khan mengatakan tujuan utama rezim BJP-RSS yakni terjadinya perubahan demografis di Jammu dan Kashmir yang diduduki secara ilegal. Menurutnya masalah utama yang menjadi fokus adalah pemukiman massal umat Hindu dari seluruh India ke Jammu dan Kashmir yang kini diduduki secara ilegal. 

Baca Juga

Lebih lanjut Masood Khan mengatakan bahwa lebih dari dua juta orang umat Hindu diberikan kewarganegaraan, sedang belum ada kebijakan memulangkan warga negara asing di wilayah yang disengketakan. Menurut Masood Khan, India telah bertindak sebagai negara agresor. Di mana terdapat satu juta tentara India yang dikerahkan ke Kashmir yang diduduki. Menurut Masood Khan tentara-tentara itu menindas orang-orang Kashmir hanya karena mereka Muslim. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA