Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Klopp Menyadari Harapan Pertahankan Gelar Sudah Berakhir

Ahad 14 Feb 2021 02:05 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Striker Liverpool Mohamed Salah (kanan) bereaksi setelah pemain Leicester James Maddison mencetak gol pembuka timnya selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Leicester City dan Liverpool di Stadion King Power di Leicester, Inggris, Sabtu (13/2).

Striker Liverpool Mohamed Salah (kanan) bereaksi setelah pemain Leicester James Maddison mencetak gol pembuka timnya selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Leicester City dan Liverpool di Stadion King Power di Leicester, Inggris, Sabtu (13/2).

Foto: Carl Recine / Pool via AP
Kekalahan dari Leicester membuat posisi Liverpool semakin jauh dari puncak klasemen.

REPUBLIKA.CO.ID, LEICESTER -- Ada apa dengan Liverpool? The Reds kian akrab dengan hasil negatif pada ajang Liga Primer Inggris musim ini.

Teranyar, sang juara bertahan terkapar di markas Leicester City. Mohamed Salah dan rekan-rekan takluk 1-3 dari tuan rumah di King Power Stadium, Sabtu (13/2) malam WIB.

Pertama kalinya skuat Merseyside Merah tumbang di tiga partai beruntun di pentas liga domestik, sejak November 2014. Selepas pertandingan, pelatih tim tamu, Juergen Klopp mengibarkan bendera putih. Ketika ditanya apakah harapan mereka untuk mempertahankan gelar telah berakhir, ia mengakuinya.

"Ya. Jujur saja, saya tidak berpikir kami bisa menutup kesenjangan," kata juru taktik berkebangsaan Jerman ini, dikutip dari Sky Sports, Ahad (14/2).

Liverpool bahkan terancam keluar dari zona big four. Setelah menyelesaikan 24 pertandingan, the Reds yang berada di tangga keempat mengoleksi 40 poin.

Chelsea dan West Ham United, di posisi kelima dan keenam, cuma tertinggal sebiji angka dari the Kop. Dua nama terakhir baru mentas di 23 laga.

Dalam bigmatch di King Power, rival sekota Everton itu unggul terlebih dahulu. Salah memecah kebuntuan timnya pada menit ke-67.

Sekitar 11 menit kemudian Leicester menyamakan kedukan melalui James Maddison. Wasit sempat menganulir gol tersebut. 

Setelah memantau VAR, Maddison dinilai berada dalam posisi on side. Skor menjadi imbang 1-1.

Pada menit ke-81, the Foxes berbalik unggul. Gol Jamie Vardy ini, hasil salah pengertian antara Allison Becker dan Ozan Kabak.

Bermula dari umpan panjang Youri Tielemans ke sayap kiri penyerangan timnya. Kabak berniat menjauhkan bola tersebut.

Sayang, upaya sang debutan menyentuh Alisson yang telah keluar dari sarangnya. Bola deflektif, menggelinding di depan Vardy.

Dengan tenang, mantan penyerang tim nasional Inggris sedikit berlari dan menceploskan bola ke gawang the Reds. Empat menit kemudian, Harvey Barnes memantapkan keunggulan tuan rumah.

Kloop mengomentari miss komunikasi yang terjadi di lini belakang timnya. Proses adaptasi Kabak harus dibayar mahal.

"Sebelum pertandingan, kami tahu Ozan pemain bagus. Saat ini pun demikian. Tapi dia tidak terbiasa dengan semua yang kami lakukan. Alisson suka keluar dari gawangnya," tutur Klopp.

Menurut dia kesalahan seperti itu, sering terjadi pada pra musim. Sayangnya, saat ini mereka sedang menjalani laga kompetitif.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA