Friday, 27 Zulhijjah 1442 / 06 August 2021

Friday, 27 Zulhijjah 1442 / 06 August 2021

Perihal Insiden di Juventus Stadium, Conte Minta Maaf

Ahad 14 Feb 2021 01:45 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Pelatih Inter Milan, Antonio Conte.

Pelatih Inter Milan, Antonio Conte.

Foto: EPA-EFE/SASCHA STEINBACH
Conte merasa dihina dan diprovokasi tapi mengakui keliru dalam memberikan respons.

REPUBLIKA.CO.ID,MILAN -- Pelatih Inter Milan, Antonio Conte akhirnya merespon drama yang terjadi di Juventus stadium. Ia sempat berseteru dengan para petinggi tuan rumah.

Sebelumnya pada Rabu (10/2) dini hari, Juve dan Inter bertemu di arena tersebut. Mereka bertarung di secondleg semifinal Coppa Italia.

Duel memanas hingga keluar lapangan. Saat memasuki masa jeda, Conte tertangkap kamera menunjukkan jari tengah ke jajaran Direksi Bianconeri.

Kini timnya akan menghadapi Lazio pada giornata ke-22 Serie A. Duel tersebut berlangsung di Stadion Giuseppe Meazza, Senin (15/2) dini hari WIB.

Sebelum berbicara mengenai teknis pertandingan nantinya, Conte berupaya menyudahi perseteruan hasil drama di Turin. Dengan berjiwa besar, ia mengakui tidak seharusnya bersikap demikian.

"Saya di sini untuk meminta maaf, karena saya bereaksi dengan cara yang salah saat saya dihina," kata allenatore 51 tahun, dalam konferensi pers, dikutip dari Football Italia, Ahad (14/2).

Andaikan ia merespon dengan lebih elegan, tentunya ada kesan positif. Namun semua sudah terjadi.

Ia tak bisa mengulang momen tersebut. Ini menjadi pelajaran penting untuknya.

"Ini sebagai referensi untuk saya di masa mendatang. Hinaan dan provokasi seharusnya tidak menjadi asalan (berperilaku negatif), karena saya tak perlu menanggapi seperti itu," ujar Conte.

Menurut dia, semua yang menonton laga itu, bisa menyaksikan bagaimana suasana di Juventus Stadium. Termasuk penyelenggara pertandingan.

Sebagai pelatih, pemain, atau Presiden klub harusnya memberi contoh yang baik. Kini ia mengalihkan fokus ke pertandingan melawan Lazio.

"Sekarang kami harus berkonsentrasi pada permainan. Orang ingin berbicara tentang sepak bola, bukan gosip," tutur Conte. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA