Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Inggris Kejar Target Vaksinasi 15 Juta Warga

Sabtu 13 Feb 2021 19:20 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

 Olivia Smart, praktisi vaksinasi tingkat lanjut Mewa Singh Khela, 72, dengan dosis pertama vaksin coronavirus Oxford AstraZeneca di pusat vaksinasi Elland Road di Leeds, Inggris, Senin, 8 Februari 2021.

Olivia Smart, praktisi vaksinasi tingkat lanjut Mewa Singh Khela, 72, dengan dosis pertama vaksin coronavirus Oxford AstraZeneca di pusat vaksinasi Elland Road di Leeds, Inggris, Senin, 8 Februari 2021.

Foto: AP/Danny Lawson/PA
Inggris percepat program vaksinasi Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Inggris bakal mempercepat dan memperluas cakupan vaksinasi Covid-19. Sejauh ini negara tersebut telah mendekati targetnya untuk memvaksinasi 15 juta orang di tingkatan prioritas utama.  

Pada Senin (15/2) pekan depan, Pemerintah Inggris akan menawarkan vaksinasi Covid-19 untuk semua orang berusia 70 tahun ke atas serta warga yang secara klinis rentan. Pekerja kesehatan dan perawatan sosial garis depan juga menjadi kalangan yang dibidik.

Hampir 30 menteri pemerintah akan mengunjungi pusat vaksinasi, dari stadion olahraga hingga katedral. Mereka akan menyebarkan pesan tentang pentingnya vaksinasi Covid-19. Seperti di negara lain, di Inggris pun terdapat kalangan yang masih menolak vaksin.

Baca Juga

Sejauh ini, lebih dari 14 juta warga Inggris telah menerima dosis pertama vaksin Covid-19. Serapannya mencapai sekitar 90 persen. Dalam wawancara dengan Daily Telegraph, Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock mengatakan dia berharap negaranya bisa hidup dengan Covid-19 seperti yang terjadi dengan flu pada akhir tahun. “Saya berharap Covid-19 akan menjadi penyakit yang bisa diobati pada akhir tahun ini,” ujarnya.

Hancock juga mengumumkan bahwa perawatan inovatif untuk Covid-19 akan segera dilacak melalui sistem uji klinis Inggris. Hal itu guna membuatnya tersedia dalam beberapa bulan, bukan tahun.

Inggris adalah negara Barat pertama yang memulai vaksinasi massal Covid-19 pada Desember 2020. Sejauh ini negara tersebut telah mencatatkan lebih dari 4 juta kasus virus korona dengan korban meninggal melampaui 120 ribu jiwa.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA