Sabtu 13 Feb 2021 04:05 WIB

Pemprov Sulsel Bangun 50 Huntap untuk Keluarga Polda Sulbar

Pemprov Sulsel menggunakan jasa kontraktor spesialis rumah anti gempa.

Pengungsi yang tinggal di Dusun Sendana, Desa Boteng Utara, Mamuju, Sulbar, melaksanakan shalat Jumat di masjid darurat (ilustrasi)
Foto: Dok BMH
Pengungsi yang tinggal di Dusun Sendana, Desa Boteng Utara, Mamuju, Sulbar, melaksanakan shalat Jumat di masjid darurat (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mulai membangun 50 unit hunian tetap (huntap) untuk korban gempa Provinsi Sulawesi Barat, khususnya bagi keluarga polisi daerah Sulbar. Awal pembangunan huntap tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan langsung bersama Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di halaman Mapolda Sulbar, Mamuju, Jumat (12/2).

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah melalui keterangannya yang diterima di Makassar, Jumat, mengatakan, bantuan itu merupakan wujud dari janji Pemprov Sulsel. Pemprov Sulsel berencana membantu 100 unit huntap untuk korban gempa Sulbar pada 15 Januari lalu.

Baca Juga

Seratus unit huntap tersebut terbagi dua. Sebanyak 50 unitnya diberikan kepada anggota kepolisian Polda Sulbar, sedangkan 50 unitnya untuk masyarakat umum terdampak gempa bumi belum lama ini. "Ini untuk mewujudkan janji Pemprov Sulsel untuk membantu 100 unit rumah di Sulbar, 50 kita berikan untuk kepolisian Sulbar karena sudah retak, jadi insya Allah akan dibangun di sini. Semoga 60 hari ke depan sudah bisa dimanfaatkan," katanya.

Pada pembangunan hunian instan ini, Pemprov Sulsel menggunakan jasa kontraktor spesialis rumah anti gempa sesuai rekomendasi PUPR. Huntap ini dianggarkan Rp 70 juta per unit dengan ukuran perumahan tipe 36. Pekerjaan pun rencananya akan diselesaikan dalam waktu 60 hingga 90 hari dengan estimasi waktu 12 hari pembangunan per unitnya. "Jadi rumah ini dibangun 12 hari selesai. Kenapa 12 hari selesai, karena memang ini perusahaan dia sudah produksi semua mulai dari pintu, atap dan semuanya. Jadi tidak ada produk-produk dari luar, jadi memang sudah menjadi sebuah rumah," urai Nurdin.

Nurdin juga menyampaikan Pemprov Sulsel bersama Pangdam dan Kapolda Sulsel ikut membantu Kapolda Sulbar untuk mengambil langkah-langkah awal usai terjadi gempa. Seperti melakukan koordinasi dengan PT Telkom dan PT PLN (Persero) untuk pemulihan Sulbar.

Pemprov Sulsel juga mengirimkan tenaga medis sebanyak satu pesawat garuda atas bantuan garuda. Juga dua kapal laut yang mengangkut berbagai logistik keperluan korban gempa. "Kami merasakan kepedihan atas gempa Sulbar, nanti kita himpun lagi 50 unit lainnya untuk meringankan beban masyarakat Sulbar. Jika kita bersama-sama membantu pemerintah daerah maka akan lebih ringan beban itu," kata Nurdin menjelaskan.

 

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement