Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Kisah Raja Babilonia yang Anggap Dirinya Sekor Sapi

Jumat 12 Feb 2021 06:37 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Nashih Nashrullah

Raja Babilonia pernah anggap dirinya seekor sapi karena penyakit langka. Sapi (ilustrasi)

Raja Babilonia pernah anggap dirinya seekor sapi karena penyakit langka. Sapi (ilustrasi)

Foto: ROL/Fakhtar K Lubis
Raja Babilonia pernah anggap dirinya seekor sapi karena penyakit langka

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Nebukadnezar, raja terbesar Babilonia, pernah menderita penyakita mental yang aneh selama tujuh tahun. Dia meyakini bahwa dirinya adalah sapi dan berjalan dengan kedua tangan dan kedua kakinya, lalu memakan rumput di padang rumput. Bicaranya pun dengan teriakan. 

Raja Nebukadnezar, seperti dilansir dari laman Arabic Post, pada abad ke-6 sebelum Masehi (SM) mengalami penyakit bernama Panthropia, yaitu kelainan psikologis yang sangat langka. 

Baca Juga

Bahkan pada abad ke-10, gangguan psikologis itu juga menimpa seorang pangeran Persia, yang kemudian dirawat pakar kesehatan Muslim Ibnu Sina.

Di era modern sekarang ini pun masih jarang orang yang mengidap gangguan psikologi tersebut. Namun, meski panthropia adalah kelainan psikologis yang sangat langka, sangat mudah untuk mendiagnosis dan memperhatikan gejalanya.

Orang dengan penyakit ini mengira bahwa mereka adalah sapi atau lembu jantan dan mulai bertindak atas dasar ini. Penderita panthropia kehilangan rasa sebagai manusia, mulai berjalan merangkak, memakan rumput padang rumput, kehilangan kemampuan untuk berbicara dan menggantinya dengan berteriak dan melenguh.

Sampai saat ini, penyebab penyakit ini masih belum sepenuhnya jelas, terutama karena sangat jarang terjadi. Para ilmuwan percaya bahwa itu mungkin bentuk lain dari penyakit mental seperti skizofrenia dan gangguan bipolar. Halusinasi dapat membuat penderitanya percaya bahwa dia bukan lagi manusia.

Ilmuwan juga meyakini, gangguan psikologis ini kemungkinan bersifat turun-temurun atau neurologis. Seseorang mungkin saja menderita porfiria, misalnya, yang merupakan kelainan enzim yang muncul dengan gejala neurologis yang meliputi halusinasi, depresi, kecemasan, paranoia, selain menjadi lumpuh.

Dokter Austria Sigmund Freud mengaitkan kondisi ini dengan mimpi. Karena ada beberapa pasiennya yang pertama kali bermimpi menjadi sapi dan kemudian mempercayai mimpi mereka nyata. Karena penyebab panthropia tidak didefinisikan dengan baik, pengobatannya juga tidak jelas. Tetapi yang bisa dilakukan mungkin dengan psikoterapi dan pengobatan untuk membantu penderita melepaskan ilusi tersebut.

Panthropia bukanlah penyakit modern, karena beberapa orang telah tertular sepanjang sejarah. Kemungkinan yang paling menonjol dari mereka adalah Raja Nebukadnezar yang agung, yang naik tahta Babilonia pada tahun 605 SM.

Sumber: arabicpost  

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA