Jumat 12 Feb 2021 05:20 WIB

Penyintas Covid-19 Bergejala Cocok Donor Plasma Konvalesen

Penyintas dengan gejala berat kadar antibodinya lebih tinggi dari yang tanpa gejala.

Penyintas COVID-19 mendonorkan plasma konvalesen.
Foto: Antara/Nyoman Hendra Wibowo
Penyintas COVID-19 mendonorkan plasma konvalesen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyintas Covid-19 dari kondisi berat memiliki kadar antibodi tinggi sehingga bisa menjadi pendonor plasma konvalesen. Hal itu diungkapkan Dokter Frans O.H. Prasetyadi dari RSAL Dr. Ramelan di Surabaya, Provinsi Jawa Timur.

RSAL Dr. Ramelan Surabaya merupakan salah satu rumah sakit peserta penelitian uji klinis plasma konvalesen sejak 2020.

"Yang bisa donor adalah penyintas dengan gejala ini kadar antibodinya akan lebih tinggi daripada yang tanpa gejala. Yang sakit berat itu titer antibodinya juga akan lebih tinggi," kata Frans dalam dalam webinar Plasma Konvalesen pada Penanganan Covid-19, Jakarta, Kamis (11/2).

Dalam uji klinis tersebut, salah satu tantangan besar adalah kurangnya pendonor plasma konvalesen, dan hanya mereka yang memenuhi kriteria sebagai pendonor yang bisa memberikan plasma konvalesen.

Salah satu kriterianya adalah para pendonor harus memiliki kadar antibodi cukup tinggi untuk dapat memberikan plasma konvalesen yang dibutuhkan penderita Covid-19.

Frans menuturkan penyintas Covid-19 yang ketika terinfeksi Covid-19 menunjukkan gejala, memiliki titer antibodi yang lebih tinggi daripada mereka yang tanpa gejala.

Demikian pula, laki-laki penyintas Covid-19 memiliki kadar antibodi lebih tinggi daripada perempuan. Kemudian, mereka yang berusia lanjut (lansia) mempunyai kadar antibodi lebih tinggi dibandingkan yang usia lebih muda.

"Dan tentu saja pasien yang dirawat itu titer antibodinya juga lebih tinggi daripada yang rawat jalan," tuturnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement