Proses Helena Lim Dapat Vaksin Covid-19 Versi IAI

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Yudha Manggala P Putra

Helena Lim.
Helena Lim. | Foto: Tangkapan layar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) memaparkan proses selebgram Helena Lim mendapatkan vaksin Covid-19. Kronologi tersebut berdasarkan keterangan dari apoteker Bumi yang mereka mintai klarifikasi.

Sekretaris Jenderal Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Nofendri mengatakan para apoteker mendaftarkan diri ini ketika proses pendataan nakes untuk vaksinasi Covid-19 dimulai sejak Desember 2020. Apotek Bumi yang berlokasi di Kompleks Green Garden Kebon Jeruk, Jakarta Barat, masuk dalam daftar.

"Apoteker ini menyampaikan Dinkes telah mendata apotek ini untuk dilakukan vaksinasi. Kemudian, para apoteker mendaftarkan semua nakes di apotek tersebut," katanya saat dihubungi Republika.co.id, Kamis (11/2).

Pemilik modal apotek bersama istri dan anak yang ikut mengelola apotek kemudian juga ikut didaftarkan. Mereka dikategorikan tenaga penunjang. Menurutnya, ini sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang dikeluarkan Dirjen P2P Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Bahwa, sasaran vaksinasi Covid-19 tahap pertama ada tiga kategori yaitu tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, dan tenaga penunjang bahkan juga termasuk mahasiswa profesi kedokteran.

Helena sendiri, dalam perkembangannya, ikut didaftarkan pemilik modal apotek tersebut karena dinilai juga masuk kategori sebagai tenaga penunjang. Ia dipastikannya bukan apoteker.

"Karena Helena juga ikut membantu pemiliknya dalam pengelolaan apotek seperti mencari masker...Selain itu, Helena juga masih ada hubungan keluarga dengan pemilik modal," ujarnya.

Setelah didaftarkan, dia melanjutkan, apotek tersebut mendapatkan tautan untuk mendaftarkan diri ulang dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Sehingga semua orang dan nakes yang telah didaftarkan termasuk apoteker, pemilik apotek, hingga Helena menerima tautan ini. "Kemudian apoteker memberikan tautan ke Helena berdasarkan rekomendasi pemilik modal apotek," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Terkait


Menkes Sebut 1 Juta Nakes Sudah Divaksin Covid-19

Kronologi Helena Lim Dapat Vaksin Menurut Ikatan Apoteker

Wiku: Vaksin Kurang Efektif Jika Virus Bermutasi Ekstrem

Filipina akan Dikirimi 600 Ribu Dosis Vaksin dari China

Pakistan Izinkan Perusahaan Swasta Impor Vaksin Covid-19

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image