Jumat 12 Feb 2021 00:55 WIB

BMKG: Gemuruh di Bandung Bukan Gempa Bumi

Suara gemuruh terjadi di kawasan Sukajadi Bandung pukul 11.12 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Petugas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung (ilustrasi). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung mengungkapkan suara gemuruh yang terdengar di wilayah Bandung diduga berasal dari aktivitas manusia. Diketahui, suara gemuruh muncul di kawasan Sukajadi, Bandung sekitar pukul 11.12 WIB hingga pukul 11.44 WIB.
Foto: ADENG BUSTOMI/ANTARA
Petugas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung (ilustrasi). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung mengungkapkan suara gemuruh yang terdengar di wilayah Bandung diduga berasal dari aktivitas manusia. Diketahui, suara gemuruh muncul di kawasan Sukajadi, Bandung sekitar pukul 11.12 WIB hingga pukul 11.44 WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung mengungkapkan suara gemuruh yang terdengar di wilayah Bandung diduga berasal dari aktivitas manusia. Diketahui, suara gemuruh muncul di kawasan Sukajadi, Bandung sekitar pukul 11.12 WIB hingga pukul 11.44 WIB.

Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu mengatakan suara gemuruh yang terdengar seperti pesawat yang terbang rendah. Namun begitu, pihaknya belum dapat memastikan penyebab muncul suara gemuruh.

Baca Juga

"Penyebab masih belum dapat dipastikan. Namun, kemungkinan disebabkan oleh aktivitas manusia," ujarnya melalui keterangannya, Kamis (11/2).

Ia melanjutkan, BMKG masih melakukan penelusuran terhadap suara tersebut memakai lightning detector, kemagnetan, jaringan seismograf. Selain itu melakukan analisa cuaca di sekitar kemunculan suara tersebut.

Teguh mengatakan jaringan seismograf BMKG Bandung menunjukkan hasil dari pukul 10.00 Wib hingga pukul 12.00 Wib tidak merekam aktivitas gempa bumi. Selain itu, lightning Detector tidak mencatat aktivitas petir di kawasan suara gemuruh tersebut.

Selain itu, cuaca di kawasan tersebut terpantau cerah. "Dari data kemagnetan, tidak menunjukkan anomali atau gangguan kemagnetan," katanya.

Ia menambahkan, konfirmasi LAPAN Bandung belum menemukan atau mengidentifikasi terdapat benda luar angkasa di lokasi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement