Friday, 4 Ramadhan 1442 / 16 April 2021

Friday, 4 Ramadhan 1442 / 16 April 2021

Coblong Gantikan Antapani Sumbang Tertinggi Kasus Covid-19

Kamis 11 Feb 2021 16:58 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Yudha Manggala P Putra

Tabung cairan hasil tes usap Polymerase Chain Reaction (PCR). Ilustrasi

Tabung cairan hasil tes usap Polymerase Chain Reaction (PCR). Ilustrasi

Foto: Republika/Thoudy Badai
Peningkatan kasus di Kecamatan Coblong diduga akibat mobilitas masyarakat tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kecamatan Coblong di Kota Bandung menggantikan Kecamatan Antapani sebagai wilayah penyumbang tertinggi kasus Covid-19 dengan 77 kasus. Peningkatan ditengarai akibat mobilitas masyarakat masih tinggi di wilayah tersebut.

"Sampai sekarang Coblong rangking satu Covid-19 menyalip Antapani," ujar Camat Coblong Krinda Hamidipradja, Kamis (11/2). 

Ia mengaku sudah sering melakukan sosialisasi, memasang spanduk, melakukan penindakan dan penertiban namun mobilitas masih tetap tinggi.

"Pergerakan di Coblong luar biasa tapi kita ada banyak kafe, hotel, apartemen yang sudah jalan, PKL, banyak juga mobilitas luar biasa," katanya. Krinda mengatakan pihaknya terus berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Ia berharap masyarakat di tingkat RW dan kampung Lodaya yang sudah dibuat dapat lebih meningkatkan kesadaran dalam menerapkan protokol kesehatan. "Kunci utama kesadaran masyarakat diutamakan protokol kesehatan," katanya.

Ia menuturkan, dari enam kelurahan di Coblong terdapat dua kelurahan yaitu Dago dan Sadang Serang yang memiliki kasus positif aktif tinggi. Dua kelurahan tersebut sudah berembuk dan direncanakan akan menerapkan pembatasan sosial berskala mikro (PSBM).

"(PSBM) bervariasi tergantung ada indikatornya dan kesiapan warga kita laksanakan," katanya. Selain itu, pihaknya juga akan menerapkan jam malam. Beberapa wilayah sudah memberlakukan hal tersebut yaitu buka tutup jalan yaitu di Jalan Dipatiukur dan Jalan Dago.

"Barangkali kita mau menggunakan siskamling, patroli pakai portal. Dijaga linmas dan bisa membatasi kegiatan," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA