Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Menkes: Melawan Covid-19 Ibarat Perang Dunia III

Kamis 11 Feb 2021 14:54 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Agus raharjo

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (ketiga kanan) didampingi Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman (kanan) bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kedua kiri) melepas personel Polri saat Apel Kesiapan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dan Tenaga Kesehatan Polri di Lapangan Promoter, Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (11/2/2021). Polri menyiapkan 40.366 personel Bhabinkamtimbas dan tenaga kesehatan yang bertindak sebagai pendeteksi dini dalam mengantisipasi penyebaran COVID-19.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (ketiga kanan) didampingi Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman (kanan) bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kedua kiri) melepas personel Polri saat Apel Kesiapan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dan Tenaga Kesehatan Polri di Lapangan Promoter, Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (11/2/2021). Polri menyiapkan 40.366 personel Bhabinkamtimbas dan tenaga kesehatan yang bertindak sebagai pendeteksi dini dalam mengantisipasi penyebaran COVID-19.

Foto: Antara/M Risyal Hidayat
40.366 personel Bhabinkamtibmas dan 29.736 prajurit TNI jadi pelacak Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, mengibaratkan perang melawan pandemi Covid-19 sebagai Perang Dunia III. Hal itu disampaikan Budi Gunadi saat memberikan sambutan pada apel Kesiapan Bhabinkamtibmas dan Tenaga Kesehatan (Nakes) Sebagai Tracer dan Vaksinator Covid-19.

"Perang dunia I dan II telah membunuh jutaan manusia, saat ini bisa dikatakan Perang Dunia III dengan Sars-Cov-2, dan kita membutuhkan sistem persenjataan dan petahanan yang berbeda," ujar Budi di Lapangan Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (11/2).

Lebih lanjut, menurut Budi Gunadi, untuk menghadapi perang tersebut, diperlukan kombinasi yang baik antara Polri, TNI, dan Kemenkes. Sementara, target operasi perang ini adalah mengurangi laju penularan virus. Dengan menggandeng TNI-Polri, Kemenkes memiliki dua strategi menghadapi perang ini.

"Pertama adalah strategi survelience atau intelijen, melacak pergerakan musuh dengan menggunakan program testing dan tracing," ujarnya.

Menkes mengatakan, untuk melancarkan strategi tersebut dibutuhkan 30 tracer per 100 ribu penduduk dan semuanya harus tersebar di lokasi desa. Juga butuhkan 80 ribu tracer di seluruh desa dan yang memiliki personel sebanyak itu hanya TNI dan Polri.

Strategi kedua adalah membunuh virus dengan vaksinasi yang harus diberikan kepada 181 juta rakyat Indonesia. Jika suntikan vaksinasi diberikan dua kali, maka dibutuhkan 362 juta suntikan. Oleh karena itu, kata Budi Gunadi, Kemenkes bekerja sama dengan TNI-Polri untuk membantu program vaksinasi yang dilaksanakan tenaga kesehatan TNI-Polri yang sudah memiliki edukasi menyuntik.

"Semoga kerja sama antara TNI-Polri dan Kemenkes bisa mengalahkan musuh dan memenangkan perang melawan Sars-Cov-2," ujarnya.

Sementara, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengaku pihaknya mengerahkan 40.366 personel Bhabinkamtibmas untuk menjadi tracer Covid-19. Listyo Sigit menyebutkan, saat ini saat ini Polri telah menyiagakan 13.500 personel tenaga kesehatan. Sebanyak 900 orang diantaranya telah dilatih untuk menjadi vaksinator Bapelkes/BBBK Kementerian Kesehatan, dan 12.600 personel lainnya dalam waktu dekat akan diberikan pelatihan serupa.

“Vaksinator dan tracer Polri ini disiagakan dalam rangka membantu tugas tenaga kesehatan, khususnya pemberian vaksinasi terhadap anggota Polri maupun kepada masyarakat umum, serta berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat dalam upaya tracing sebagai langkah deteksi dini dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19,” ujar Kapolri.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA