Ratusan Hektare Sawah Banyuwangi Terpapar Abu Gunung Raung

Red: Bilal Ramadhan

Petani mendorong gerobak di lahan pertanian dekat Gunung Raung di Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (11/2/2021). Gunung Raung saat ini berstatus Waspada (level II).
Petani mendorong gerobak di lahan pertanian dekat Gunung Raung di Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (11/2/2021). Gunung Raung saat ini berstatus Waspada (level II). | Foto: Antara/Budi Candra Setya

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUWANGI -- Ratusan hektare lahan pertanian di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, terpapar abu letusan Gunung Raung yang sejak beberapa hari terakhir menyemburkan abu vulkanik.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Arief Setiawan mengatakan paparan abu vulkanik gunung api yang terletak di perbatasan Banyuwangi, Jember, dan Kabupaten Bondowoso itu melanda beberapa wilayah sentra pertanian.

"Ada beberapa tanaman hortikultura di kantong-kantong pangan Banyuwangi yang terpapar abu vulkani letusan Gunung Raung, yakni di Kecamatan Kalibaru, Glenmore, Songgon dan Kecamatan Sempu, luasnya mencapai 440 hektare," kata Arief.

Ia menyebutkan, komoditas di lahan pertanian yang terpapar abu vulkani di antaranya, padi, bawang putih, bawang merah, bawang daun, petai atau sawi, cabe besar, cabe rawit, mentimun, labu siam, tomat, kacang panjang, buncis, terong dan semangka.

"Tapi hujan abu ini tidak terlalu masalah karena terjadi saat intensitas hujan di Banyuwangi cukup tinggi. Jadi, abu yang menempel pada tanaman terbilas oleh guyuran hujan," ujarnya.

Arief menyatakan dalam jangka panjang abu vulkanik akan memberikan dampak positif bagi peningkatan kesuburan tanah. Namun, lanjut dia, yang perlu diperhatikan adalah dampak jangka pendek yang berpengaruh pada produktivitas lahan pertanian.

"Biasanya, hasil panen di saat masa letusan gunung akan turun, salah satunya akibat keasaman (ph) tanah yang turun akibat penumpukan abu vulkanik di tanah berakibat penurunan produktivitas lahan. Di sisi lain, abu vulkanik ini dapat mengusir hama serangga atau gulma karena makhluk hidup tersebut tidak dapat hidup dalam keadaan terlalu asam," ujarnya.

Arief mengaku telah menurunkan petugas penyuluh lapangan (PPL) untuk melakukan pemantauan rutin di lahan pertanian petani terdampak abu vulkanik Gunung Raung.

"Pada umumnya petani sudah tahu apa yang harus dilakukan, mereka bisa memanfaatkan PPL pertanian untuk berkonsultasi," katanya.

Meskipun terdampak guyuran abu vulkanik, namun Arief Setiawan memastikan stok beras dan sayur-sayuran di Banyuwangi masih tercukupi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Erupsi Gunung Raung, Lahan Pertanian Ikut Terpapar Abu

BPBD Siapkan Jalur Evakuasi Erupsi Gunung Raung

Erupsi, Gunung Raung Masih Berstatus Waspada

Bandara Banyuwangi Kembali Ditutup Pagi Ini

Semburan Abu Gunung Raung Capai 2.000 Meter Pagi Ini

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image