Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Selama Januari, Ada 408 Kasus DBD di Jatim

Kamis 11 Feb 2021 13:20 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Petugas Dinas Kesehatan melakukan pengasapan (fogging) di permukiman warga di Kelurahan Ketami, Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (25/1/2020). Pengasapan di daerah endemik demam berdarah tersebut dilakukan untuk mengendalikan perkembangbiakan nyamuk penyebaran virus dengue sekaligus sebagai sarana edukasi kepada masyarakat pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Petugas Dinas Kesehatan melakukan pengasapan (fogging) di permukiman warga di Kelurahan Ketami, Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (25/1/2020). Pengasapan di daerah endemik demam berdarah tersebut dilakukan untuk mengendalikan perkembangbiakan nyamuk penyebaran virus dengue sekaligus sebagai sarana edukasi kepada masyarakat pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Foto: ANTARA/Prasetia Fauzani
Kasus DBD paling banyak ada di Kabupaten Situbondo dengan 114 kasus.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Dinas Kesehatan Jawa Timur mencatat ada sebanyak 408 kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di wilayah setempat selama Januari 2021 dengan jumlah kematian sebanyak empat orang.

"Jumlah penderita DBD ini tercatat turun jika dibandingkan pada bulan sama di tahun 2020 yakni jumlah penderita DBD saat itu sebanyak 1.074 orang. Sementara jumlah kematiannya sebanyak 13 orang," ujar Kepala Dinkes Jatim Herlin Ferliana.

Ia mengungkapkan jumlah kasus DBD tertinggi bulan Januari 2021, yaitu Kabupaten Situbondo sebanyak 114 kasus, Kabupaten Bondowoso sebanyak 42 kasus, Kabupaten Jember sebanyak 28 kasus, disusul Kabupaten Kediri sebanyak 13 kasus, dan Kabupaten Magetan sebanyak 23 kasus.

Sedangkan, jumlah kematian DBD tertinggi pada Januari 2021, masing masing dari Kabupaten Pamekasan sebanyak dua orang, Kabupaten Situbondo satu orang, dan Kota Malang satu orang.

"Lalu pada Februari 2021 penderita penyakit DBD yang telah dilaporkan ada sebanyak 10 orang, tanpa ada kasus kematian," ucapnya.

Herlin menjelaskan Dinas Kesehatan kabupaten/kota telah melakukan upaya mencegah DBD dengan meningkatkan peran masyarakat dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M juga melalui kegiatan satu rumah satu jumantik.

"Selain itu kami melakukan promosi kesehatan melalui berbagai media, koordinasi dengan sektor terkait dalam upaya pencegahan penyakit DBD juga surveilans kasus DBD di daerah," kata mantan Direktur Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya tersebut.

Dinkes Jatim juga menyiapkan sarana pelayanan kesehatan, tenaga dan logistik dalam upaya pengendalian penyakit DBD, serta menerapkan Surat Edaran Gubernur Jawa Timur tertanggal 28 Oktober 2020 tentang Kewaspadaan DBD di musim hujan.

"Untuk mendukung Kegiatan PSN maka saat ini digiatkan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik, yaitu meningkatkan peran serta dan pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan setiap keluarga untuk pemeriksaan, pemantauan, pemberantasan jentik nyamuk," tutur Herlin.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA