Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Penjualan TikTok ke Walmart dan Oracle Ditangguhkan

Kamis 11 Feb 2021 09:14 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nidia Zuraya

(Foto: ilustrasi aplikasi TikTok)

(Foto: ilustrasi aplikasi TikTok)

Foto: Pixabay
Pemerintah AS akan meninjau kembali risiko keamanan nasional yang ditimbulkan TikTok.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Penjualan TikTok ke Walmart Inc dan Oracle Corp ditangguhkan tanpa deadline atau batas waktu. Dikutip dari Bloomberg, Rabu (10/2), penangguhan tersebut dilakukan karena pemerintahan Joe Biden akan meninjau secara luas terkait risiko-risiko keamanan nasional yang ditimbulkan oleh perusahaan teknologi asal China tersebut.

Saat ini, diskusi terus berlanjut antara ByteDance dan pejabat keamanan AS di Komite Investasi Asing AS. Wall Street Journal melaporkan, salah seorang yang dekat dalam pembicaraan tersebut mengatakan solusi yang memungkinkan adalah penggunaan pihak ketiga yang dapat dipercaya untuk mengelola data TikTok sehingga tidak memerlukan penjualan langsung.

Baca Juga

Meskipun begitu, hingga saat ini belum ada keputusan tentang bagaimana menyelesaikan masalah tersebut dalam waktu dekat. Sebab, pemerintahan Biden melakukan penilaian sendiri terhadap risiko perusahaan teknologi dan pengumpulan data China.

Kesepakatan apapun nantinya dimungkinkan akan berbeda dari yang dibahas pada tahun lalu. Hal tersebut dikarenakan TikTok tidak lagi menghadapi ancaman penutupan dalam waktu dekat.

Meskipun begitu, Oracle, Walmart, dan lainnya masih bisa menjadi bagian dari kesepakatan potensial. Hanya saja, hal tersebut tergantung pada bagaimana pemerintahan Biden mengejar inisiatif melawan TikTok yang diluncurkan oleh Donald Trump.

Sebelumnya, Mantan Presiden AS Donald Trump telah memerintahkan aplikasi video populer yang dimiliki oleh China's ByteDance Ltd untuk dijual ke perusahaan Amerika pada tahun lalu. Hal tersebut dilakukan karena alasan kekhawatiran keamanan nasional tentang data pengguna yang jatuh ke tangan otoritas China.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA