Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Top 5 News: Hoax Sampul Tempo Jokowi, Munarman Mau Dibunuh?

Kamis 11 Feb 2021 06:09 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Panglima FPI Munarman.

Panglima FPI Munarman.

Foto: Republika/Raisan Al Farisi
FPI diserang isu keterlibatan dalam aksi terorisme.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rasanya pemberitaan FPI akan diserang terus menjadi yang tidak benar sampai saya masuk penjara atau saya dibunuh ya? Tolong dong cara-cara kotor ini diberhentikan dan berlaku secara adil. Jangan menuduh yang tidak benar, kata mantan sekretaris umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman.

Kutipan pernyataan Munarman itu ada dalam salah satu berita di Republika.co.id, dan menempati posisi pertama berita terpopuler, Rabu (10/2). Selain berita Munarman, ada Irwan Prayitno yang akan segera habis masa jabatannya sebagai gubernur Sumatra Barat. Setelah ia pensiun sebagai orang nomor 1 di Sumbar selama 10 tahun, Irwan akan kembali ke aktivitas lamanya sebagai guru besar di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).

Manipulasi sampul Jokowi di koran Tempo melengkapi daftar top 5 news di Republika, sepanjang Rabu (10/2).

1. Munarman: FPI Diserang Terus Sampai Saya Dibunuh Ya?

JAKARTA-- Eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman menanggapi pengakuan Pemimpin Jamaah Ansharut Daulah (JAD) sekaligus narapidana kasus terorisme, Zainal Anshori terkait JAD pernah menjadi sayap FPI di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Menurutnya, hal tersebut merupakan skenario untuk menjatuhkan FPI.

"Rasanya pemberitaan FPI akan diserang terus menjadi yang tidak benar sampai saya masuk penjara atau saya dibunuh ya? Tolong dong cara-cara kotor ini diberhentikan dan berlaku secara adil. Jangan menuduh yang tidak benar," kata Munarman, dalam keterangan video yang diterima Republika, Rabu (10/2).

Munarman menerangkan, FPI Lamongan sudah dibekukan sebelum dirinya bergabung ke FPI pada 2009. Munarman juga mengaku tidak kenal dengan Zainal Anshori.

"Saya juga tidak kenal orang itu. Jadi, dia mau jadi JAD atau personel Majapahit atau apa kek bukan urusan saya dan jangan dikaitkan dengan FPI. Di balik tuduhan ini semua pasti ada skenario yang membuat FPI ini semakin buruk di mata masyarakat," katanya.

Baca berita selengkapnya di sini.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA