Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Brand Ekonomi Syariah Menyatukan Semangat

Rabu 10 Feb 2021 18:00 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Fuji Pratiwi

Brand Ekonomi Syariah yang diluncurkan Presiden Joko Widodo

Brand Ekonomi Syariah yang diluncurkan Presiden Joko Widodo

Foto: dok KNEKS
Brand ekonomi syariah bisa digunakan semua pihak sebagai tanda kebersamaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) berharap brand ekonomi syariah dapat menyatukan semangat para pemangku kepentingan dan insan pegiat ekonomi syariah. Sehingga semangat tinggi ini bisa berpengaruh pada tingkat literasi, inklusi, juga pangsa pasar ekonomi syariah.

"Selama ini kita terganggu dengan pertanyaan mengapa market share dan literasi ekonomi syariah rendah padahal semangat kita sudah tinggi? Maka semoga brand ini bisa lebih menyatukan kita semua," kata Direktur Eksekutif KNEKS Ventje Rahardjo dalam Sosialisasi Virtual Brand Ekonomi Syariah dan Panduan Penggunaanya, Rabu (10/2).

Baca Juga

Semangat berjamaah dan bersinergi dapat mendorong optimalisasi dari potensi yang dimiliki Indonesia. Selain juga mengurangi tumpang tindih dan bersama bergandengan tangan menuju titik sama, yakni membawa ekonomi syariah Indonesia ke kancah global.

Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS, Sutan Emir Hidayat menambahkan, KNEKS saat ini sedang merancang strategi sosialisasi brand ekonomi syariah. Strategi ini kemudian akan jadi arah bagaimana penyebaran logo sesuai dengan misi yang dituju.

"Segera setelah strategi sosialisasi dan komunikasi ini selesai maka akan kita sampaikan," kata Emir.

Untuk saat ini, logo tersebut adalah milik semua pihak terkait ekonomi syariah, sehingga dapat digunakan secara bertanggung jawab oleh masing-masing. Meski tidak diwajibkan penggunaannya, tapi diharapkan logo bisa digunakan semua pihak sebagai tanda kebersamaan.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA