Rabu 10 Feb 2021 17:24 WIB

Ingin Isolasi Mandiri di Rumah? Begini Cara yang Benar

Pastikan ruangan isolasi memiliki sirkulasi udara yang baik.

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Qommarria Rostanti
Isolasi mandiri (ilustrasi)
Foto: republika
Isolasi mandiri (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Pasien Covid-19 tanpa gejala disarankan isolasi mandiri di rumah mencegah penyebaran virus agar tidak meluas. Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi RSA UGM, Trimuryani Nugraheni, mengingatkan, isolasi mandiri tidak bisa sembarangan.

Terdapat protokol isolasi mandiri yang tetap harus ditaati sehingga tidak terjadi transmisi dalam keluarga dan lingkungan sekitar mereka. Dia menekankan, mereka yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah sebisa mungkin tetap berada di rumah.

Saat isolasi mandiri pasien seharusnya dapat menghindari semua aktivitas yang hendak dilakukan di luar rumah. Selain itu, pasien sebisa mungkin menghindari kontak erat dengan orang lain atau turut melakukan pembatasan fisik.

Langkah lain yang harus dilakukan saat sedang menjalani isolasi mandiri tidak lain memisahkan pasien dengan anggota keluarga lain. Minimalisasikan berbagi ruangan dengan anggota keluarga lainnya dan membatasi jumlah orang yang merawat pasien.

"Lakukan pengaturan ventilasi, pastikan ruangan isolasi memiliki sirkulasi udara yang baik," kata Trimuryani dalam bincang-bincang kesehatan dalam rangka HUT 19 Tahun RSA UGM yang digelar secara daring, Rabu (10/2).

Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Antara lain dengan rajin mencuci tangan baik setiap menyentuh pasien maupun lingkungan sekitar, sebelum dan usai menyiapkan makanan, sebelum dan sesudah makan dan saat tangan terlihat kotor.

Selalu pakai masker dengan cara benar, ganti jika basah dan kotor, cuci masker kain dengan benar. Pisahkan alat makan dan barang yang dipakai pasien dengan keluarga, lalu bersihkan area dan barang sekitar pasien secara rutin dengan disinfektan.

Trimuryani mengatakan, pantau status kesehatan baik suhu, tanda sesak napas, batuk, nyeri tenggorokan, dan saturasi oksigen. "Jika tunjukkan gejala demam, batuk, pilek, sesak dan gejala lain segera hubungi fasilitas layanan kesehatan untuk mendapat penanganan lebih lanjut," ujarnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement