Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Senat AS Minta Biden Memperingatkan Turki Soal HAM

Rabu 10 Feb 2021 15:35 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

Foto: Presidensi Turki via AP, Pool
Senat menilai Turki semakin otoriter terhadap perbedaan pendapat

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Senator Amerika Serikat (AS) Ron Wyden dan Marco Rubio mendesak pemerintahan Presiden Joe Biden menekan pemerintah Turki guna memperbaiki catatan hak asasi manusianya. Mereka meminta Biden memperingatkan Turki terkait tindakan keras yang semakin otoriter terhadap perbedaan pendapat baik dalam negeri maupun luar negeri.

Surat bipartisan itu ditandatangani lebih dari 50 senator. Dalam surat tersebut para Senator mengatakan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyingkirkan oposisi, membungkam atau mengkooptasi media kritis, membersihkan hakim independen dan menggantinya dengan loyalis partai, dan memenjarakan sejumlah jurnalis.

Baca Juga

“Kebijakan luar negeri Presiden Erdogan juga semakin agresif dari waktu ke waktu. Dalam beberapa tahun terakhir, ia dengan berani menyerang Kurdi yang didukung AS yang memerangi ISIS di Suriah, dia membeli sistem pertahanan udara Rusia meskipun ada peringatan mereka tidak kompatibel dengan teknologi AS, dan dia mendorong Azerbaijan untuk menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan sengketa wilayah dengan Armenia, " kata Senator seperti dikutip dari situs Senate.gov, Rabu(10/2).

“Presiden Erdogan juga telah berusaha untuk menekan AS dan negara-negara lain agar mengekstradisi warga Turki, yang dia salahkan atas kudeta yang gagal pada 2016. Pemerintah Erdogan telah berusaha untuk membungkam kritik di Amerika Serikat seperti Enes Kanter, pemain NBA dan hak asasi manusia. advokat, dengan pergi setelah keluarganya di Turki dan menempatkan red notice Interpol padanya,” kata mereka.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA