Selasa 09 Feb 2021 23:15 WIB

Hari Pers, Menag Ajak Insan Pers Jadi Penjernih Informasi

Menag mengajak insan pers menjadi penjernih informasi di era disrupsi

Rep: Fuji E Permana/ Red: Nashih Nashrullah
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengajak insan pers menjadi penjernih informasi di era disrupsi
Foto: Dok. Kemenag
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengajak insan pers menjadi penjernih informasi di era disrupsi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas, memberikan ucapan selamat Hari Pers Nasional (HPN). Atas nama Kementerian Agama (Kemenag) menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pers nasional yang selama ini telah banyak berkontribusi positif dalam penyebaran informasi, khususnya terkait isu dan layanan Kemenag. 

“Pers dan Kemenag faktanya tidak bisa dipisahkan untuk itu kami berharap sinergi yang positif ini terus bisa dipertahankan demi kebaikan bangsa bersama," kata Menag melalui siaran pers yang diterima Republika.co.id, Selasa (9/2).

Baca Juga

Menag mengatakan, pers memiliki peran dan fungsi strategis dalam pembangunan bangsa. Pers tidak sekadar menjadi penyebar informasi, fungsi pers saat ini lebih luas yakni menyampaikan pengetahuan yang berharga bagi khalayak.

Upaya ini tidak mudah seiring kian masifnya perkembangan dunia teknologi informasi digital yang sangat cepat. "Di sinilah tantangan insan pers nasional agar bisa beradaptasi sekaligus menjadi penjernih di tengah banjirnya informasi dari mana-mana," ujarnya.

Menag berharap, fungsi penjernih ini bisa menjadi perhatian insan pers. Sebab dampak dari kebebasan informasi saat ini telah banyak bermunculan berita tidak benar atau hoaks, ujaran kebencian dan hal-hal negatif lainnya. Jika hal ini tidak disadari bersama dan diantisipasi dengan baik, maka sangat berpotensi mengoyak tatanan kehidupan di tengah masyarakat. 

Menurut Menag, pada posisi ini pers dan Kemenag hakikatnya memiliki misi yang sama untuk menciptakan kedamaian dan ketenangan masyarakat. Dengan informasi yang benar berbasis faktual, maka tidak ada ketegangan, intoleransi atau aksi-aksi ekstremisme yang bisa merugikan bangsa.

Menag juga sangat berharap HPN 2021 ini menjadi momentum kalangan pers Indonesia untuk bangkit di tengah situasi sulit pandemi Covid-19. Menang mengakui, tekanan yang dialami pers kian berat dengan adanya wabah saat ini. Tapi Menang meyakini sesulit apapun kondisi jika diikuti dengan upaya berpikir keras dan berani melakukan terobosan, maka akan menemukan jalan solusi. 

Tema HPN 2021 yakni "Bangkit dari Pandemi, Jakarta Gerbang Pemulihan Ekonomi, Pers sebagai Akselerator Perubahan." Menag menilai posisi pers sangat strategis sebagai motor dan akselerator perubahan bangsa, utamanya bagaimana agar bangsa ini berhasil menangani pandemi Covid-19. 

Menag mengatakan, untuk mencegah penularan Covid-19 yang lebih luas, dirinya telah menerbitkan Surat Instruksi Nomor 1/2021 tentang Gerakan Sosialisasi Penerapan Protokol Kesehatan 5 M. Yakni, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, membatasi mobilitas dan interaksi, serta menjauhi kerumunan. 

"Peran pers terbukti sangat vital dan strategis bagi Kemenag, kuncinya harus bersama-sama beradaptasi, berkolaborasi, bersinergi sehingga terciptanya ekosistem yang saling berinteraksi positif. Di saat pandemi, kita tidak mungkin bekerja sendiri-sendiri," ujarnya.  

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement