Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Korsel Kaji Pemberian Vaksin Covid-19 pada Lansia

Selasa 09 Feb 2021 15:29 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Nora Azizah

Pemerintah Korea Selatan (Korsel) mengkaji penerimaan vaksin Covid-19 bagi penduduk lanjut usia (lansia).

Pemerintah Korea Selatan (Korsel) mengkaji penerimaan vaksin Covid-19 bagi penduduk lanjut usia (lansia).

Foto: AP/Danny Lawson/PA
Korsel mengajak lansia menerima vaksin merek AstraZeneca.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Pemerintah Korea Selatan (Korsel) mengkaji penerimaan vaksin Covid-19 bagi penduduk lanjut usia (lansia). Korsel mengajak lansia menerima vaksin merek AstraZeneca walau kemanjurannya untuk lansia masih dikaji.

Sebuah panel penasihat Korsel telah mendesak kehati-hatian atas penggunaan vaksin AstraZeneca untuk orang yang berusia di atas 65 tahun. Mereka khawatir akan kurangnya data penggunaan vaksin pada lansia.

Pemerintah Korsel mengkonfirmasi pada Senin (8/2) untuk melanjutkan rencana mendistribusikan vaksin. Tetapi regulator obat akan memutuskan pada akhir pekan ini apakah akan memberikannya kepada lansia atau tidak.

Direktur Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (KDCA) Korsel, Jeong Eun-kyeong mengatakan sekitar 1,5 juta dosis vaksin AstraZeneca, cukup untuk sekitar 750 ribu orang. Vaksin itu akan tiba pada pekan terakhir Februari.

Nantinya vaksin AstraZeneca akan dipasok ke seluruh Korsel mulai 24 Februari. Hampir 16 persen penduduk Korsel berusia 65 tahun atau lebih. Beberapa negara Eropa mengatakan mereka berencana untuk membatasi vaksin untuk orang yang lebih muda, atau sedang mempertimbangkan untuk melakukannya, karena tidak cukup data tentang kemanjurannya pada orang tua.

Baca juga : Ustaz Maaher Dimakamkan di Samping Syekh Ali Jaber

AstraZeneca membantah laporan media bahwa vaksinnya tidak terlalu efektif untuk orang di atas 65 tahun. AstraZeneca mengatakan tanggapan kekebalan yang kuat terhadap vaksin telah ditunjukkan dalam analisis darah peserta uji coba lansia.

Dalam upaya untuk mengatasi masalah publik, KDCA mengadakan acara tanya jawab publik dimana pejabat kesehatan berusaha untuk meyakinkan warga.

"Jika Anda bertanya kepada saya apakah saya mengizinkan ibu saya yang berusia 80 tahun mendapatkan vaksin AstraZeneca, ya, saya akan merekomendasikan agar dia menerima vaksin apa pun yang tersedia," kata Nam Jae-hwan selaku profesor di Universitas Katolik Korea sekaligus penasihat KDCA dilansir dari Arab News pada Selasa (9/2).

Korsel menyerukan agar petugas kesehatan dan lansia divaksinasi secepatnya bulan ini. Tujuannya agar mencapai kekebalan komunitas bagi 52 juta orang Korsel pada November.

KDCA melaporkan 289 kasus virus korona harian baru pada Ahad malam, terendah sejak akhir November. Pemerintah pada Sabtu lalu melonggarkan jam malam di restoran dan bisnis lain di luar ibu kota Seoul di tengah reaksi publik atas pembatasan ketat untuk menahan Covid-19.

Baca Juga

Baca juga : Trump Terancam tak Bisa Tinggal di Mar-a-Lago

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA