Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Boeing Surati AS Soal Kewajiban Tes Covid-19 Penumpang

Selasa 09 Feb 2021 09:53 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha

Petugas mengambil sampel lendir hidung calon penumpang. Boeing disebut telah menyurati pemerintah AS terkait kewajiban tes Covid-19 bagi penumpang pesawat.

Petugas mengambil sampel lendir hidung calon penumpang. Boeing disebut telah menyurati pemerintah AS terkait kewajiban tes Covid-19 bagi penumpang pesawat.

Foto: Destyan Sujarwoko/ANTARA
CDC mendesak masyarakat AS untuk tidak bepergian kecuali jika diperlukan.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Reuters pada Selasa (9/2) mengabarkan telah melihat surat yang dikirim Boeing kepada pemerintah Amerika Serikat (AS). Surat tersebut terkait peringatan jika AS mewajibkan penumpang penerbangan domestik untuk melakukan tes Covid-19 terlebih dahulu.

Boeing memperingatkan, kebijakan tersebut dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan. “Memberlakukan beban seperti itu pada industri penerbangan yang sudah terkepung secara finansial memiliki potensi konsekuensi parah yang tidak diinginkan dan akan berdampak pada seluruh perekonomian,” tulis Chief Executive Commercial Airplanes Boeing Stan Deal dan Chief Aerospace Safety Officer Boeing Michael Delaney dalam surat tersebut.

Dalam surat tersebut, Boeing juga mempertanyakan tujuan kebijakan tersebut jika Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS ingin fokus terhadap koridor di sekitar perjalanan penumpang dibandingkan saat di dalam pesawat. “Jika perjalanan yang lebih luas ini, pada kenyataannya menjadi perhatian utama CDC, maka ilmu pengetahuan akan mendikte semua aspek perjalanan harus mendapat pengawasan serupa termasuk hotel, agen persewaan mobil, angkutan massal, dan restoran,” tulis perwakilan Boeing dalam surat tersebut.

Salah seorang pemimpin serikat penerbangan terkemuka di AS memperingatkan persyaratan pengujian wajib Covid-19 untuk penerbangan domestik dapat menghancurkan industri penerbangan. Hal tersebut dinilai dapat berpotensi menyebabkan kebangkrutan.

Meskipun begitu, saat ini Boeing dan juga pemerintah AS belum memberikan keterangan resmi mengenai surat tersebut. Saat ini, Pemerintah AS telah mempertimbangkan langkah-langkah tambahan untuk memerangi penyebaran Covid-19 namun belum membuat keputusan untuk menambahkan persyaratan baru dalam perjalanan udara domestik.

Sekretaris Transportasi AS Pete Buttigieg mengatakan kepada Reuters pekan lalu bahwa keputusan tentang tes Covid-19 bagi penumpang penerbangan domestik akan dipandu oleh fakta dan sains. “Keselamatan adalah intinya karena kami pikir itu bukan hanya jawaban yang tepat untuk penumpang dan pekerja, tetapi pada akhirnya juga merupakan jawaban ekonomi yang tepat sehingga ada kepercayaan penuh di antara masyarakat yang bepergian,” ungkap Buttigieg.

Sebelumnya, pejabat CDC AS berulang kali mendesak masyarakat AS untuk tidak bepergian kecuali jika diperlukan. Direktur CDC Rochelle Walensky mengatakan pemeriksaan tambahan di tempat-tempat orang berkumpul seperti bandara dapat membantu mendeteksi lebih banyak kasus Covid-19 tanpa gejala.

“Jika kita bepergian, ini akan menjadi langkah mitigasi lain untuk mencoba dan mengurangi penyebaran,” tutur Walensky.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA