Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

In Picture: Peretas Coba Meracuni Pasokan Air Kota Florida

Selasa 09 Feb 2021 09:47 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Dwi Murdaningsih

Peretas (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com
Peretas mencoba mengambil alih tetikus untuk mengubah parameter air.

REPUBLIKA.CO.ID, FLORIDA—Sekitar pukul 08.00 Jumat (5/2), seorang karyawan pabrik pengolahan air di kota Oldsmar, Florida memperhatikan kursor tetikusnya bergerak dengan aneh di layar komputer. Hal tersebut di luar kendalinya.

Awalnya ia tidak khawatir. Sebab, pabrik menggunakan perangkat lunak akses jarak jauh TeamViewer untuk memungkinkan staf berbagi layar dan memecahkan masalah. Bosnya sering kali terhubung ke komputernya untuk memantau sistem fasilitas.

Namun, beberapa jam kemudian, kata polisi, operator pabrik melihat tetikusnya bergerak di luar kendali lagi. Kali ini kursor mulai mengklik kontrol instalasi pengolahan air.

Dilansir dari Wired, Selasa (9/2), dalam beberapa detik, penyusup mencoba untuk mengubah kadar natrium hidroksida pasokan air, juga dikenal sebagai alkali atau soda api. Penyusup mencoba mengubah pengaturan dari 100 bagian per juta menjadi 11.100 bagian per juta.

Baca Juga

Dalam konsentrasi rendah, bahan kimia korosif mengatur tingkat PH air minum. Pada tingkat tinggi, natrium hidroksida sangat merusak jaringan manusia.

Menurut pejabat kota, operator tersebut dengan cepat melihat intrusi dan mengembalikan natrium hidroksida ke tingkat normal. Jika dia tidak melakukannya, air beracun akan memakan waktu 24 hingga 36 jam untuk mencapai populasi kota, dan pengamanan pengujian PH otomatis akan memicu alarm dan menangkap perubahan sebelum ada yang dirugikan. Kota berpenduduk 15 ribu jiwa.


REPUBLIKA.CO.ID, FLORIDA—Sekitar pukul 08.00 Jumat (5/2), seorang karyawan pabrik pengolahan air di kota Oldsmar, Florida memperhatikan kursor tetikusnya bergerak dengan aneh di layar komputer. Hal tersebut di luar kendalinya.

Awalnya ia tidak khawatir. Sebab, pabrik menggunakan perangkat lunak akses jarak jauh TeamViewer untuk memungkinkan staf berbagi layar dan memecahkan masalah. Bosnya sering kali terhubung ke komputernya untuk memantau sistem fasilitas.

Namun, beberapa jam kemudian, kata polisi, operator pabrik melihat tetikusnya bergerak di luar kendali lagi. Kali ini kursor mulai mengklik kontrol instalasi pengolahan air.

Dilansir dari Wired, Selasa (9/2), dalam beberapa detik, penyusup mencoba untuk mengubah kadar natrium hidroksida pasokan air, juga dikenal sebagai alkali atau soda api. Penyusup mencoba mengubah pengaturan dari 100 bagian per juta menjadi 11.100 bagian per juta.

Baca Juga

Dalam konsentrasi rendah, bahan kimia korosif mengatur tingkat PH air minum. Pada tingkat tinggi, natrium hidroksida sangat merusak jaringan manusia.

Menurut pejabat kota, operator tersebut dengan cepat melihat intrusi dan mengembalikan natrium hidroksida ke tingkat normal. Jika dia tidak melakukannya, air beracun akan memakan waktu 24 hingga 36 jam untuk mencapai populasi kota, dan pengamanan pengujian PH otomatis akan memicu alarm dan menangkap perubahan sebelum ada yang dirugikan. Kota berpenduduk 15 ribu jiwa.


  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES