Senin 08 Feb 2021 23:40 WIB

Distribusi Logistik Pengungsi Gempa Sulbar Mulai Diatur

Hal ini untuk memastikan masyarakat yang menjadi korban mendapatkan bantuan tersebut.

Sejumlah warga antre menunggu pembagian sembako di Stadion Manakarra, Mamuju, Sulawesi Barat (ilustrasi)
Foto: AKBAR TADO/ANTARA
Sejumlah warga antre menunggu pembagian sembako di Stadion Manakarra, Mamuju, Sulawesi Barat (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MAMUJU -- Distribusi logistik untuk para pengungsi gempa di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mulai diatur. Hal ini untuk memastikan masyarakat yang menjadi korban mendapatkan bantuan tersebut.

Koordinator Bidang Logisitik dan Perlengkapan Pos Komando (Posko) Pemulihan Bencana Sulbar, Ansar Malle, di Mamuju, Senin (8/2)  mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar akan mengatur distribusi logistik kepada pengungsi gempa di Kabupaten Mamuju dan Majene. 

Baca Juga

Ia mengatakan logistik yang akan didistribusikan kepada pengungsi akan didata dan data harus disepakati bersama. Begitu juga data pengungsi harus dilakukan klasifikasi sehingga memudahkan dalam pendistribusian logisitik. "Untuk distribusi logistik harus tetap didampingi TNI dan Polri, dan dipastikan logistik harus diterima oleh warga yang sangat membutuhkan," katanya.

Sekprov Sulbar Muhammad Idris, yang Komandan Posko Induk Komando Transisi Darurat Pemulihan Bencana Gempa Sulbar mengatakan telah dilaksanakan rapat bersama tim di posko induk di areal Kantor Gubernur Sulbar. Ia mengatakan selain memastikan distribusi logistik aman selama dua bulan, pembiayaan serta target sasaran penanggulangan bencana harus dicapai.

"TNI dan Polri yang mendukung untuk terus bekerja di lapangan dengan baik, dan membangun tim yang solid, memecahkan masalah yang dihadapi semua harus bekerja sesuai dengan tugas dan fungsinya," katanya.

Menurut dia, penyediaan Logistik pengungsi dan keamanannya serta data dan informasi dan penanggulangan masalah kesehatan harus dicapai. "Bidang data dan Informasi harus mampu menjadi dapur data dan menjadi rujukan publik, sementara penanganan bidang kesehatan akan menangani dua hal, yakni korban gempa maupun pandemi," demikian Muhammad Idris.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement