Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Upah Minimum Indonesia Akan Jadi Tertinggi di Asean

Senin 08 Feb 2021 22:40 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Fuji Pratiwi

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi Sukamdani. Hariyadi menyatakan, upah minimum pekerja Indonesia akan menjadi yang tertinggi di kawasan Asean pada 2025.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi Sukamdani. Hariyadi menyatakan, upah minimum pekerja Indonesia akan menjadi yang tertinggi di kawasan Asean pada 2025.

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Apindo menyayangkan kenaikan upah tidak sebanding dengan produktivitas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B Sukamdani menyatakan, upah minimum pekerja Indonesia akan menjadi yang tertinggi di kawasan Asean. Kenaikan upah pekerja di Tanah Air akan menembus 48,64 persen pada 2025.

Sayangnya, kata dia, kenaikan itu tidak diiringi peningkatan produktivitas. "Permasalahan kita itu nilai upah minimum pekerja yang tidak sebanding dengan output produktivitas," ujar Hariyadi dalam webinar pada Senin (8/2). 

Baca Juga

Permasalahan tersebut, lanjutnya, bisa diatasi dengan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja. "Realisasi ini tergantung dari efektivitas UU Cipta Kerja," jelas dia. 

Dirinya menyebutkan, kenaikan upah rata-rata 2020 di Indonesia menunjukkan tren positif sebesar 9,73 persen. Sementara di berbagai negara Asean seperti Vietnam dan Malaysia, masing-masing hanya naik 7,10 persen dan 5,56 persen. 

Ia melanjutkan, tantangan Indonesia saat ini salah satunya lapangan pekerjaan yang sempit. Padahal berbagai program vokasi telah dilakukan. 

"Kita sudah berkali-kali melakukan vokasi. Ini saya enggak dapat data riilnya, tapi sepintas yang saya crosscheck dari teman-teman dunia usaha tidak sampai 20 persen yang terserap," tutur Hariyadi. 

Pada 2017, sambungnya, Apindo sempat melakukan pelatihan dengan 57 ribu peserta calon tenaga kerja yang didukung 2.600 perusahaan. Hanya saja, dari pelatihan tersebut cuma sekitar 5.000 pekerja yang terserap. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA