Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

Imigran Muslim di Spanyol Berjuang Lawan Berita Palsu

Senin 08 Feb 2021 16:22 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Ani Nursalikah

Imigran Muslim di Spanyol Berjuang Lawan Berita Palsu

Imigran Muslim di Spanyol Berjuang Lawan Berita Palsu

Foto: Republika
Berita palsu menargetkan imigran Muslim memicu islamofobia.

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Berita palsu semakin marak tersebar di Spanyol. Berita palsu tersebut menyerang para imigran yang mayoritasnya adalah orang Arab-Muslim.

“Kebohongan tentang imigran Muslim mencoba memperkuat empat gagasan, yaitu mereka berbahaya, mereka memiliki hak istimewa dalam hal menerima kesejahteraan, mereka akan memaksakan budaya mereka, dan institusi akan mengizinkannya,” kata Jurnalis dan Pemeriksa Fakta Migrasi di Maldita Migracion, Natalia Diez.

Baca Juga

 

Penyebaran berita palsu bertepatan dengan peningkatan imigran. Pada 2019, Spanyol mencatat rekor 748.759 imigran memasuki negara itu.

Warga Kolombia, Maroko, dan Venezuela merupakan tiga kebangsaan imigran terbesar. Menurut Diez, berita palsu erat kaitannya tentang Islam, terorisme, keuntungan, dan kekerasan.

“Kebohongan ini memiliki tujuan yang jelas untuk mengubah sebagian besar persepsi masyarakat tentang Muslim. Mereka terus memperkuat argumen palsu hingga akhirnya dipercayai oleh orang-orang,” ujar dia.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA