Sunday, 6 Ramadhan 1442 / 18 April 2021

Sunday, 6 Ramadhan 1442 / 18 April 2021

Kasus Ebola Baru Kembali Ditemukan di Kongo

Senin 08 Feb 2021 07:13 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini

Fasilitas isolasi bagi pengobatan Ebola di Mangin, Provinsi Kivu Utara, Kongo, (1/9/2019). Di Juni 2020, Kongo kembali melaporkan kasus Ebola yang merenggut nyawa warganya.

Fasilitas isolasi bagi pengobatan Ebola di Mangin, Provinsi Kivu Utara, Kongo, (1/9/2019). Di Juni 2020, Kongo kembali melaporkan kasus Ebola yang merenggut nyawa warganya.

Foto: EPA-EFE/HUGH KINSELLA CUNNINGHAM
Kasus ebola terjadi hampir tiga bulan setelah Kongo mengumumkan wabah ke-11 berakhir

REPUBLIKA.CO.ID, KINSHASA -- Kasus baru ebola telah diidentifikasi di dekat kota Butembo di timur Republik Demokratik Kongo. Seorang perempuan ditemukan memiliki gejala virus ebola di kota Biena pada 1 Februari, dan meninggal dunia di rumah sakit di Butembo pada 3 Februari. 

Perempuan tersebut menikah dengan seorang pria yang telah tertular ebola pada wabah sebelumnya. Kementerian Kesehatan Kongo akan mengunjungi Butembo untuk melakukan penelusuran dan penyelidikan lebih lanjut.

"Tim tanggap provinsi sudah bekerja keras, dan tim respons nasional akan mengunjungi Butembo dalam waktu dekat," ujar Kementerian Kesehatan dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ikut membantu menyelidiki kasus virus ebola tersebut. Menurut WHO, perempuan yang terpapar virus ebola itu telah melakukan kontak dengan lebih dari 70 orang yang telah dilacak. Sampel dari virus ebola telah dikirim ke Kinshasa untuk diteliti lebih lanjut dan mencari tahu apakah ada tautan ke wabah sebelumnya. Selain itu, tim juga akan melakukan penyemprotan disinfektan ke tempat-tempat yang pernah dikunjungi oleh perempuan tersebut. 

"Bukan hal yang aneh jika kasus sporadis terjadi setelah wabah besar," ujar WHO dalam sebuah pernyataan.

Kasus baru itu berpotensi menandai dimulainya wabah ebola ke-12 di Kongo sejak virus ditemukan di dekat Sungai Ebola pada 1976. Kasus ebola kali ini terjadi hampir tiga bulan setelah Kongo mengumumkan bahwa wabah ke-11 telah berakhir. Wabah ebola ke-11 terjadi di provinsi barat laut Equateur, yang menginfeksi 130 orang dan menewaskan 55 lainnya. 

Wabah ke-11 tersebut tumpang tindih dengan wabah sebelumnya di wilayah timur yang berlangsung dari 1 Agustus 2018 hingga 25 Juni 2020 yang menewaskan lebih dari 2.200 orang. Jumlah kematian itu adalah yang terbanyak kedua dalam sejarah wabah ebola di Kongo. Orang terakhir yang dinyatakan sembuh dari Ebola di Equateur adalah pada 16 Oktober. 

Vaksinasi ebola telah diberikan kepada lebih dari 40 ribu orang. Vaksinasi ini telah membantu mengekang wabah ebola. Munculnya kasus ebola dapat mempersulit upaya pemberantasan Covid-19 yang telah menginfeksi 23.600 orang dan menewaskan 681 orang di Kongo. 

Ebola adalah demam berdarah akibat virus yang menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh. Dalam kasus ekstrim, ini menyebabkan pendarahan fatal dari organ dalam, mulut, mata atau telinga. Menurut WHO tingkat kematian rata-rata dari ebola adalah sekitar 50 persen tetapi ini dapat meningkat hingga 90 persen untuk beberapa epidemi. Virus penyebab ebola diyakini berasal dari kelelawar. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA