Ahad 07 Feb 2021 21:02 WIB

Pemerintah Segera Data Lansia untuk Divaksin Covid-19

Pemerintah Segera Data Lansia untuk Divaksin Covid-19

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Muhammad Hafil
Pemerintah Segera Data Lansia untuk Divaksin Covid-19. Foto:    Ilustrasi vaksin. Hasil survei penerimaan vaksin Covid-19 yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan bersama Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) yang didukung UNICEF dan WHO menunjukan bahwa mayoritas masyarakat siap divaksin Covid-19.
Foto: istimewa
Pemerintah Segera Data Lansia untuk Divaksin Covid-19. Foto: Ilustrasi vaksin. Hasil survei penerimaan vaksin Covid-19 yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan bersama Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) yang didukung UNICEF dan WHO menunjukan bahwa mayoritas masyarakat siap divaksin Covid-19.

IHRAM.CO.ID,JAKARTA -- Pemerintah segera melakukan vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat berusia lebih dari 60 tahun atau masuk kelompok lanjut usia (lansia). Vaksinasi bagi lansia ini akan dimulai Senin (8/1) besok, dengan prioritas awal adalah tenaga kesehatan (nakes) senior yang masuk kelompok lansia. 

Prioritas vaksin lansia bagi nakes bukan tanpa alasan. Selain karena risiko paparan terhadap virus Covid-19 yang lebih tinggi saat menjalankan profesinya, nakes lansia juga punya risiko lebih tinggi mengalami perburukan kondisi kesehatan saat terinfeksi virus corona dibanding pasien berusia muda. 

Baca Juga

"Yang datanya sudah rapi, dan exposure ke virus lebih besar, adalah nakes. Jadi nakes langsung kita jalankan Senin (8/2). Yang lain, di atas 60 tahun, akan mengikuti sesudah (nakes)," ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers, Ahad (7/2). 

Sementara vaksinasi untuk lansia di luar profesi nakes, Budi menambahkan, akan dilakukan secara paralel sembari pengumpulan data. Kementerian Kesehatan, ujar Budi, segera mendata masyarakat usia lansia yang masuk kriteria vaksinasi. Mereka akan melalui screening kesehatan sesaat sebelum menjalani vaksinasi untuk memastikan boleh-tidaknya menerima suntikan Coronavac. 

"Kita nanti akan mulai paralel. Memang yang diutamakan nakes. Tapi secara paralel kita akan mendata lansia di luar nakes untuk divaksinasi. Prinsipnya dengan keluarnya EUA BPOM untuk usia di atas 60 kita akan langsung memvaksin semua orang Indonesia di atas 60 tahun," ujar Budi. 

Kebijakan untuk vaksinasi bagi lansia ini menyusul langkah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan izin penggunaan darurat (EUA) vaksin Coronavac yang diproduksi pabrikan farmasi China, Sinovac, untuk masyarakat berusia lebih dari 60 tahun. BPOM mengacu pada hasil uji klinis tahap ketiga yang dilakukan oleh China dan Brasil. 

Budi mengungkapkan, kelompok lansia menjadi prioritas kedua setelah tenaga kesehatan karena risiko perburukan akibat Covid-19 yang lebih fatal dibanding pasien berusia muda. Data Satgas Penanganan Covid-19 menunjukkan bahwa 50 persen kematian akibat Covid-19 terjadi pada pasien lansia, dengan usia di atas 60 tahun. 

"Kalau kita bisa kurangi, tekanan ke rumah sakit terutama yang kondisinya berat dan 50 persen lansia tadi, juga bisa dikurangi. Sehingga beban yang ditanggung nakes di RS bisa berkurang. Karena sebagian besar lansia bisa kita cegah, kalau bisa tidak usah sampai masuk RS," ujar Budi. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement