Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Masjid Jogokariyan Ajak Masjid Lain Tanggap Bencana

Senin 08 Feb 2021 02:55 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Ani Nursalikah

Masjid Jogokariyan Ajak Masjid Lain Tanggap Bencana. Ilustrasi

Masjid Jogokariyan Ajak Masjid Lain Tanggap Bencana. Ilustrasi

Foto: Wihdan Hidayat/ Republika
Masjid Jogokariyan menyalurkan bantuan penanganan banjir di Kalimantan Selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Masjid Jogokariyan lewat Dana Kebencanaan turut menyalurkan bantuan untuk penanganan banjir di Kalimantan Selatan secara langsung. Bantuan diberikan khususnya bagi ustadz dan ustadzah yang terdampak banjir beberapa waktu lalu.

Keberangkatan Tim Relawan Jokokariyan dipimpin langsung Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan, Ustaz Muhammad Jazir. Kedatangan rombongan ke Banjarmasin disambut Sekretaris Badan Pengelola Gedung Ikram Mahligai Alquran, Ahmad Rizqon.

Baca Juga

Jazir mengatakan, Masjid Jogokariyan memang memiliki Dana Kebencanaan yang berasal dari kotak-kotak infaq kebencanaan. Ketika ada daerah-daerah yang sedang tertimpa musibah, mereka bisa langsung menyalurkan bantuan-bantuan penanganan.

Untuk Kalimantan Selatan, Masjid Jogokariyan menyalurkan bantuan senilai lebih dari Rp 300 juta. Dana bantuan itu disalurkan lewat berbagai bentuk seperti sembako, sajadah, sarung, mukena, kitab suci Alquran, dan uang tunai.

Ia berharap, apa yang dilakukan Masjid Jogokariyan menjadi inspirasi masjid lain di seluruh Indonesia. Dengan begitu, muncul masjid-masjid tanggap bencana lain yang mampu bertransformasi jadi pertolongan pertama umat maupun masyarakat.

"Kami ingin mengajak, menginspirasi, supaya masjid-masjid itu menjadi masjid yang tanggap bencana, jadi jangan sampai ketika terjadi bencana masjid itu tidak sedap, masjid-masjid ini tempat pertolongan pertama umat Islam, mestinya harus siaga," kata Jazir, Ahad (7/2).

Sekretaris Badan Pengelola Gedung Ikram Mahligai Alquran, Ahmad Rizqon berharap silaturahim ini memberikan semangat kepada ustadz dan ustadzah. Terutama, agar mereka senantiasa menunjukkan kiprahnya dengan ikhlas membimbing anak-anak.

"Tiada hari tanpa tadarus Alquran dalam rangka menyiapkan generasi qurani, menyongsong masa depan yang gemilang," ujar Rizqon.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA