Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Khawatir Flu Burung, Hong Kong Hentikan Impor Produk Unggas

Sabtu 06 Feb 2021 20:07 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Fuji Pratiwi

 Ayam dipelihara di kandangnya di peternakan unggas (ilustrasi). Otoritas Keamanan Pangan Hong Kong memutuskan untuk menangguhkan impor daging unggas dan produk dari daerah yang terkena flu burung.

Ayam dipelihara di kandangnya di peternakan unggas (ilustrasi). Otoritas Keamanan Pangan Hong Kong memutuskan untuk menangguhkan impor daging unggas dan produk dari daerah yang terkena flu burung.

Foto: EPA-EFE/SANJEEV GUPTA
Flu burung kembali merebak dan kali ini bermula dari Jerman dan Swedia.

REPUBLIKA.CO.ID, HONGKONG -- Otoritas Keamanan Pangan Hong Kong memutuskan untuk menangguhkan impor daging unggas dan produk dari daerah yang terkena flu burung. Hong Kong memantau Jerman dan Swedia menjadi daerah yang terkena imbas flu burung.

Pusat Keamanan Pangan (CFS) dari Departemen Makanan dan Kebersihan Lingkungan Pemerintah Daerah Administratif Khusus (HKSAR) Hong Kong mengatakan, keputusan tersebut berdasarkan pemberitahuan dari Organisasi Dunia untuk Kesehatan Hewan (OIE). CFS awalnya mendapat informasi tentang wabah penyakit yang sangat patogen. 

Dilansir dari kantor berita Xinhua pada Sabtu (6/2), flu burung H5N8 kembali merebak di dunia. Kali ini kasusnya terpantau di Distrik Uckermark, Negara Bagian Brandenburg di Jerman dan pemberitahuan dari Dewan Pertanian Swedia tentang wabah flu burung yang sangat patogen di Moensteras, di wilayah Kalmar. 

CFS telah menginstruksikan perdagangan untuk menangguhkan impor daging dan produk unggas, termasuk telur unggas, dari Distrik Uckermark Jerman dan Kota Oskarshamn Swedia, yang berbatasan dengan Kota Moensteras. CFS mengeluarkan pedoman segera untuk melindungi kesehatan masyarakat di Hong Kong.

Sebelumnya, peternak ayam di Asia menghadapi wabah flu burung terburuk di kawasan itu dalam periode beberapa tahun terakhir. Virus mematikan yang menyerang peternakan unggas itu membentang dari Jepang hingga India. Akibatnya, harga unggas terguncang.

Tercatat lebih dari 20 juta ayam telah dimusnahkan di Korea Selatan dan Jepang sejak November tahun lalu. Virus H5N8 yang sangat patogen pekan lalu mencapai India yang mana produsen ayam keenam terbesar di dunia.

Sementara flu burung umum terjadi di Asia pada saat ini karena pola migrasi burung dimana strain baru virus telah berevolusi menjadi lebih mematikan pada burung liar. Hal ini membuat negara-negara di jalur penerbangan burung sangat rentan.

 

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA