PMI Fokus Kebutuhan Bayi dan Balita di Pengungsian Sulbar

Red: Ilham Tirta

Suasana tenda pengungsian, di Stadion Manakarra Mamuju, Sulawesi Barat, Ahad (24/1/2021). Pasca terjadinya  gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,2, jumat (15/1/2021) lalu, Gubernur Sulbar mengimbau masyarakat Mamuju dan Majene agar kembali ke kediamannya bagi warga yang rumahnya tidak terlalu rusak parah.
Suasana tenda pengungsian, di Stadion Manakarra Mamuju, Sulawesi Barat, Ahad (24/1/2021). Pasca terjadinya gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,2, jumat (15/1/2021) lalu, Gubernur Sulbar mengimbau masyarakat Mamuju dan Majene agar kembali ke kediamannya bagi warga yang rumahnya tidak terlalu rusak parah. | Foto: ANTARA /Akbar Tado

REPUBLIKA.CO.ID, MAMUJU -- Palang Merah Indonesia (PMI) masih membantu para korban gempa berkekuatan 6,2 magnitudo di Kabupaten Mamuju, ibu kota Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). Saat ini, mereka membantu bayi dan balita yang berada di pengungsian.                  

"Sudah tiga pekan relawan PMI membantu korban gempa di Sulbar, dan saat ini membantu para bayi dan balita yang berada di pengungsian," kata salah satu anggota PMI, Yati Lamusu Nursin di Mamuju, Jumat (5/2).
                               
Ia mengatakan, PMI berupaya menyediakan kebutuhan gizi bayi dan balita di pengungsian di samping menyediakan kebutuhan makanannya untuk menjaga kesehatannya. "PMI mendistribusikan makanan tambahan bayi dan balita yang berada di lokasi pengungsian karena sangat dibutuhkan," katanya.

PMI juga telah menyediakan sarana air bersih dengan mengerahkan truk pengangkut air bagi kebutuhan warga. PMI menghimbau kepada pengungsi untuk tetap menerapkan protokol kesehatan karena lokasi pengungsian merupakan salah satu daerah rawan penyebaran Covid-19.
                               
Sekretaris Jendral PMI Pusat, Sudirman Said mengatakan, personel PMI masih memberikan berbagai bantuan dan layanan pengungsi bencana gempa di Mamuju. PMI di Sulbar yang mendapatkan bantuan dari PMI Sulsel dan Sulteng, untuk memulihkan psikologis korban dan layanan kesehatan. 

"Bantuan air bersih dirasakan sangat disyukuri warga dan balita, karena selama di pengungsian warga sangat membutuhkan," katanya.
                               
Jumlah pengungsi di Sulbar secara keseluruhan mencapai 91.003. Terbanyak berasal dari Kabupaten Mamuju yaitu 58.123 orang. Kemudian Kabupaten Majene 25.737 orang dan Kabupaten Polman 5.343 orang.
                               
Menurut dia, korban meninggal dunia sebanyak 105 orang. Rinciannya, 95 orang di Kabupaten Mamuju dan 10 orang di Kabupaten Majene.
                               
Sementara, kerusakan rumah terbanyak di Kabupaten Mamuju sebanyak 11.422 unit. Sedangkan di Kabupaten Majene rumah rusak sebanyak 5.929 unit.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Terkait


Pengungsi Mamuju Keluhkan Harga Elpiji Melon Rp 28 Ribu

Warga Mamuju Kembali Mengungsi Pasca Gempa Susulan

150 Kilogram Rendang Dikirim untuk Pengungsi Gempa Sulbar

Perlu Pemetaan Risiko Bangunan di Daerah Rawan Gempa Sulbar

BMKG: Gempa Majene Meluruh, Warga Bisa Kembali ke Rumah

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image