Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Menteri KKP Berharap Maluku Miliki Pelabuhan Ikan

Jumat 05 Feb 2021 17:54 WIB

Rep: iit septyaningsih/ Red: Hiru Muhammad

Nelayan melakukan bongkar muat hasil tangkapan laut di Pelabuhan Tulehu, Ambon, Maluku, Minggu (8/11/2020). Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM menargetkan peningkatan ekspor perikanan sebesar USD 1,5 miliar pada 2024.

Nelayan melakukan bongkar muat hasil tangkapan laut di Pelabuhan Tulehu, Ambon, Maluku, Minggu (8/11/2020). Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM menargetkan peningkatan ekspor perikanan sebesar USD 1,5 miliar pada 2024.

Foto: MUHAMMAD ADIMAJA/ANTARA FOTO
Tim pembebasan lahan sudah dibentuk, namun lokasi pelabuhan ikan belum ditetapkan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono berharap, Maluku bisa memiliki pelabuhan perikanan modern seperti di Pasar Ikan Tsukiji, Jepang. Seperti diketahui, pemerintah berencana menjadikan Maluku lumbung ikan nasional. 

"Bagi kami di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), bagaimana seluruh potensi ekonomi perikanan atau biota kelautan ini bisa berpusat di sini (Maluku). Sehingga perekonomian di sini nanti tumbuh, itu yg menjadi tugas saya lalu terbentuk atau terbangunnya satu pelabuhan perikanan yang modern seperti di Tsukiji Jepang, bagus sekali," ujar Sakti melalui konferensi pers yang disiarkan secara virtual, Jumat (5/2).

Dalam pembangunan pelabuhan tersebut, kata dia, KKP bertugas mempersiapkan dari aspek ekonomi di sektor perikanan dan biota laut. Sementara Kementerian Perhubungan bertugas menyediakan sarana pelabuhan, lalu Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bertugas mengurus perizinan serta investasinya.  "Jadi mohon dukungannya. Ini supaya pembangunan ekonomi di Indonesia Timur bisa terlaksana," tutur dia.

Gubernur Maluku Murad Ismail menambahkan, pihaknya sudah membentuk tim pelaksana pembebasan lahan. Hanya saja belum ada lokasi pasti yang dipilih pemerintah guna membangun lumbung ikan tersebut. 

"Masih ada alternatif 3 lokasi, kita lihat semua dan kita sudah gambarkan. Nanti habis ini kita berembuk lagi, mana yang terbaik dari 3 lokasi itu," ujarnya pada kesempatan serupa. 

Murad menambahkan, meski sampai hari ini lokasi belum ditentukan, namun sudah ada lokasi yang terbayang. "Saya minta semuanya membantu bicarakan hal baik-baik. Supaya pelaksanaan pembangunan pelabuhan terintegrasi peti kemas ini bisa terlaksana di Indonesia bagian Timur," kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA