Jumat 05 Feb 2021 17:50 WIB

Eks FPI Bantah 19 Teroris dari Makassar Anggotanya

Eks FPI bantah 19 teroris dari Makassar anggotanya

Tim gabungan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menggiring tersangka teroris di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Indonesia pada 4 Februari 2021. Sebanyak 19 tersangka kasus terorisme jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) ditangkap Tim Densus 88 Antiteror di Makassar diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Foto: Anadolu Agency
Tim gabungan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menggiring tersangka teroris di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Indonesia pada 4 Februari 2021. Sebanyak 19 tersangka kasus terorisme jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) ditangkap Tim Densus 88 Antiteror di Makassar diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA

Mantan Sekretaris Pimpinan Daerah Front Pembela Islam Sulawesi Selatan Agussalim Syam membantah bahwa 19 terduga teroris yang dibawa dari Makassar ke Jakarta oleh Mabes Polri adalah anggota FPI.

Agussalim menuturkan para tersangka teroris yang ditangkap tidak terdaftar sebagai anggota, meski mereka pernah mengikuti acara taklim FPI.

Acara tersebut adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap Sabtu setelah salat isya dan terbuka untuk umum.

“Siapa pun bisa hadir dan ikut dalam acara taklim rutin tersebut. Tapi bukan langsung menjadi anggota,” ucap dia dalam keterangannya pada Jumat (5/2) seperti dikutip Anadolu Agency,

Agussalim menyatakan terduga teroris inisial AA memang sempat mengikuti kegiatan yang dilakukan oleh FPI.

​​​​​​​"Tapi itu tidak secara otomatis AA menjadi anggota FPI,’’ ujar Agussalim dalam pernyataannya.

Agussalim menambahkan hingga kini AA juga tidak pernah terdaftar sebagai anggota FPI Makassar, termasuk, di kota/kabupaten lainnya yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan.

Menyinggung acara pada 2015 silam, Agussalim juga membantah jika acara tersebut adalah baiat kepada ISIS.

Menurut dia, acara yang dilaksanakan pada saat itu adalah Diskusi Umum menyoal Kondisi Perpolitikan Dunia Secara Global.

"Itu dihadiri tiga orang narasumber, Munarman, M Basri (almarhum) dan Ustadz Fauzan (almarhum),” kata dia.

Agussalim menyampaikan kedatangan Munarman dari Jakarta pada saat itu, murni untuk memberikan materi.

Bahkan, kata dia, undangannya pada Munarman tidak ada hubungan dengan permasalahan ISIS.

"Apalagi, dikaitkan dengan baiat seperti yang dinyatakan oleh saudara AA," ungkap dia.

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri memindahkan 26 tersangka teroris kelompok Jemaah Ansharut Daulah (JAD) dari sejumlah daerah ke Jakarta pada Kamis.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono mengatakan tujuh orang di antaranya berasal dari Gorontalo dan 19 orang lainnya dari Makassar, Sulawesi Selatan.

Densus 88 menangkap 26 tersangka teroris tersebut pada awal Januari 2021. Mereka kini ditahan di Rumah Tahanan Teroris di Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

Menurut Rusdi, 19 tersangka teroris yang ditangkap di Makassar juga merupakan anggota aktif Front Pembela Islam (FPI).

“Mereka sangat aktif dalam kegiatan-kegiatan FPI di Makassar,” ujar Rusdi dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement