Jumat 05 Feb 2021 12:21 WIB

Bank Mandiri Catat Transaksi Ekspor-Impor Rp 1.592 Triliun

Mandiri Global Trade memudahkan nasabah dalam transaksi perdagangan.

Rep: Novita Intan/ Red: Friska Yolandha
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan transaksi ekspor-impor sebesar 113,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp 1.592 triliun sepanjang 2020.
Foto: SIGID KURNIAWAN/ANTARA FOTO
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan transaksi ekspor-impor sebesar 113,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp 1.592 triliun sepanjang 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan transaksi ekspor-impor sebesar 113,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp 1.592 triliun sepanjang 2020. Adapun capaian ini sebagai komitmen perseroan untuk membangun iklim investasi yang kondusif di Indonesia dan telah merealisasikannya melalui keberadaan kantor luar negeri.

Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri Panji Irawan mengatakan saat ini kantor luar negeri Bank Mandiri berada di Shanghai (China), Hong Kong, Singapura, Kuala Lumpur (Malaysia), London (UK), Cayman Island, dan Dili (Timor Leste). 

"Tak hanya memfasilitasi kepentingan korporasi Indonesia di luar negeri, kehadiran KLN Bank Mandiri juga berperan untuk menjembatani kebutuhan korporasi global yang telah ataupun akan berbisnis di Indonesia misalnya melalui jasa advisory atau fasilitator perdagangan," ujarnya seperti dikutip data Mandiri Investment Forum 2021, Jumat (5/2).

Di tengah kontraksi ekspor-impor Indonesia, lanjut Panji, Bank Mandiri mencatatkan transaksi financing ekspor-impor 4,2 miliar dolar AS sepanjang 2020. Menurutnya berbagai layanan perdagangan internasional telah membawa Bank Mandiri menjadi salah satu lembaga keuangan pilihan eksportir dan importir dalam aktivitas mereka. 

"Salah satunya melalui pengembangan Mandiri Global Trade, sebuah platform digital multiservice berbasis website, yang akan memberikan solusi atas berbagai kebutuhan finansial nasabah dalam transaksi perdagangan internasional di mana saja dan kapan saja, secara nir-dokumen, sehingga meningkatkan efisiensi," ucapnya.

Melalui platform ini, menurutnya, ribuan perusahaan nasabah Bank Mandiri telah mengakses berbagai transaksi untuk mendukung perdagangan internasional seperti penerbitan letter of credit (LC), surat kredit berdokumen dalam negeri (SKBDN), standby letter of credit (SBLC), shipping guarantee dan Bank Garansi (BG), serta berbagai fasilitas pembiayaan perdagangan. 

"Fasilitas Itu mulai dari sebelum pengapalan atau purchase order financing, inventory financing sampai dengan sesudah pengapalan, baik secara with recourse maupun without recourse. Ini meliputi export bills financing, forfaiting, invoice financing, supplier financing bagi eksportir maupun penjual domestik juga tersedia bagi transaksi tidak hanya LC, melainkan juga transaksi documentary collection maupun open account," ucapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement