Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Top 5 News: Ottoman Diasingkan, Roket Iran Diluncurkan

Jumat 05 Feb 2021 10:19 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Ilustrasi suasana di Kerajaan Ottoman.

Ilustrasi suasana di Kerajaan Ottoman.

Foto: Arts.wallpapers.com
Beredar pesan berantai tentang tarif tilang baru, bagaimana faktanya?

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keluarga Sultan Ottoman diasingkan di era Turki Modern pimpinan Mustafa Kemal. Penghapusan klausal mempertahankan Islam sebagai agama negara dihapuskan Kemal pada 1928. Sejak itu, tak ada lagi tempat untuk Islam di Negeri Dua Benua.

Berita dari Turki menempati posisi teratas dalam daftar berita terpopuler di Republika.co.id, Kamis (4/2). Berita lainnya datang dari Cek Fakta tentang beredarnya daftar tarif tilang terbaru polisi.

1. Keluarga Sultan Ottoman yang Diasingkan di Era Turki Modern
JAKARTA -- Setelah berakhirnya Kekaisaran Ottoman, Republik Turki didirikan pada 29 Oktober 1923 ketika Dewan Nasional Agung di Ankara mendeklarasikan Turki sebagai sebuah republik. Mustafa Kemal terpilih sebagai presiden pertamanya, yang tetap menjabat sampai kematiannya pada 1938.

Konstitusi Republik Turki pada 20 April 1924 masih mempertahankan Islam sebagai agama negara. Namun, pada April 1928 klausul ini dihapus dan Turki menjadi republik yang murni sekuler.

Keluarga Sultan Ottoman yang Diasingkan di Era Turki Modern. Mustafa Kemal Attaturk

Setelah Mustafa Kemal Ataturk mengambil alih negara, dia mempertimbangkan mengusir keturunan laki-laki dari sultan yang dikenal sebagai "Shahzada" dari Turki. Karena sikap ketat parlemen dan Perdana Menteri Ismet Inonu, sebuah undang-undang pun disahkan untuk mengeluarkan semua anggota keluarga kesultanan Ottoman, baik wanita maupun pria dari Turki.

Baca berita selengkapnya di sini.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA