Kamis 04 Feb 2021 20:02 WIB

Tujuh Alat yang Bisa Bantu Menghemat Biaya Listrik

Dengan sedikit perubahan, biaya listrik bulanan menjadi lebih terjangkau.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Qommarria Rostanti
Penggunaan colokan pintar dapat menjadi salah satu solusi untuk menghemat biaya listrik.
Foto: www.freepik.com.
Penggunaan colokan pintar dapat menjadi salah satu solusi untuk menghemat biaya listrik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekitar 50 persen perangkat di rumah tanpa disadari menghabiskan cukup banyak daya listrik sepanjang hari. Dengan sedikit perubahan, penggunaan listrik dapat lebih dihemat sehingga biaya listrik bulanan pun bisa jadi lebih terjangkau.

Setidaknya ada tujuh alat atau perangkat yang dapat membantu menghemat biaya listrik. Berikut ini adalah ketujuh alat tersebut, seperti dilansir di Yahoo! Sport, Kamis (4/2):

1. Colokan pintar

Perangkat listrik yang tersambung ke colokan tetap akan menggunakan listrik meski dibiarkan dalam keadaan mati. Perangkat ini bisa berupa konsol gim, microwave, hingga mesin pembuat kopi.

Penggunaan colokan pintar atau smart plug dapat menjadi solusi. Alat ini dapat membantu menghemat energi listrik sekaligus memantau konsumsi energi listrik di rmah.

2. Lampu pintar

Lampu pintar dapat terhubung ke ponsel pintar dengan menggunakan wifi atau bluetooth. Melalui ponsel pintar, pengguna bisa mengatur warna hingga suasana yang terpancar dari lampu pintar ini.

Tak perlu mengganti semua lampu yang ada di rumah sekaligus menjadi lampu pintar. Mulai dulu dengan mengganti lima lampu yang paling sering dipakai di rumah dengan lampu pintar.

Satu buah lampu pintar 7 watt bisa menghemat penggunaan energi listrik hingga 80 persen, dibandingkan lampu tradisional 60 watt.

3. Pencahayaan terkonsentrasi

Pencahayaan terkonsentrasi seperti task lighting juga dapat menjadi cara cermat menghemat listrik. Alih-alih menggunakan lampu yang ada di langit-langit saat bekerja dengan laptop, coba gunakan lampu tempel yang lebih kecil. Pencahayaan ini juga bisa dimanfaatkan pada ruangan-ruangan lain seperti kamar tidur anak dan tempat cuci piring.

4. Baterai isi ulang

Baterai yang bisa diisi ulang dapat memangkas cukup banyak biaya dari penggunaan baterai konvensional. Baterai yang bisa diisi dayanya berulang kali ini dapat dimanfaatkan untuk remote, kamera digital, hingga mainan. Tak hanya itu, baterai isi ulang juga tidak memerlukan listrik yang besar untuk bisa terisi penuh.

5. Termostat pintar

Termostat pintar dapat memantau kebiasaan penggunaan energi sehingga bisa menciptakan situasi yang lebih hemat energi berdasarkan preferensi pengguna. Penggunaan termostat pintar bisa menghemat hingga 10 persen biaya pendingin atau pemanas ruangan tanpa harus mengorbankan kenyamanan.

Salah satu alasannya, termostat pintar memiliki kemampuan untuk mendeteksi gerakan dan mengenali apakah ada orang atau tidak di rumah. Bila tidak ada orang, termostat pintar akan berada pada mode away sehingga tidak harus mendinginkan atau memanaskan ruangan yang kosong.

6. AC portabel

Penggunaan AC memang dapat menambah kenyamanan. Akan tetapi, terkadang penggunaan listrik AC cukup boros. AC portabel bisa dipilih sebagai alternatif.

Dengan AC portabel, angin sejuk bisa langsung diarahkan ke tempat pengguna berada. AC portabel ini tidak harus mendinginkan seluruh ruangan agar terasa sejuk seperti AC konvensional.

7. Tirai termal

Tirai termal tak hanya bermanfaat untuk menjaga suhu tetap hangat saat cuaca dingin. Penggunaan tirai termal juga dapat menurunkan hawa panas hingga 33 persen di kala cuaca terik.

Ada banyak variasi tirai termal dengan harga terjangkau yang bisa dipilih. Sesuaikan jenis tirai termal dengan anggaran biaya yang dimiliki.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement