Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Kanker Payudara dan Leher Rahim Paling Tinggi di Indonesia

Kamis 04 Feb 2021 17:05 WIB

Red: Ani Nursalikah

Kanker Payudara dan Leher Rahim Paling Tinggi di Indonesia. Warga menunggu antrean untuk melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara dalam kegiatan pekan deteksi dini kanker di Puskesmas Kecamatan Senen, Jakarta. Ilustrasi

Kanker Payudara dan Leher Rahim Paling Tinggi di Indonesia. Warga menunggu antrean untuk melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara dalam kegiatan pekan deteksi dini kanker di Puskesmas Kecamatan Senen, Jakarta. Ilustrasi

Foto: Republika/Prayogi
70 persen pasien kanker baru berkunjung ke fasilitas kesehatan saat stadium akhir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Cut Putri Ariane mengatakan kasus kanker payudara dan leher rahim masih merupakan jenis penyakit yang paling tinggi di Indonesia dibandingkan kasus lainnya.

Cut mengatakan, berdasarkan data Globocan 2020 kasus kanker payudara di Indonesia 16,6 persen, kanker leher rahim 9,2 persen, kanker paru 8,8 persen, kanker kolorektal atau usus 8,6 persen, dan kanker prostat 7,4 persen.

"Pada 2020, kasus kanker dibandingkan total populasi penduduk sebanyak 273 juta, terdapat 396.914 kasus baru dengan angka kematian hampir tiga perempatnya yaitu 234.511 jiwa," kata Cut dalam konferensi pers hari kanker yang dipantau secara daring, Kamis (4/2).

Baca Juga

Cut mengatakan, pada umumnya 70 persen pasien kanker baru berkunjung ke fasilitas kesehatan pada saat stadium akhir. "Ini yang sangat memperihatinkan, pada saat BPJS Kesehatan sudah diterapkan sejak 2014, umumnya kasus kanker 70 persen sangat terlambat," kata dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA