Monday, 4 Jumadil Awwal 1444 / 28 November 2022

Mensesneg Benarkan AHY Kirim Surat untuk Jokowi

Kamis 04 Feb 2021 12:30 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Agus Yulianto

Menteri Sekretaris Negara Pratikno

Menteri Sekretaris Negara Pratikno

Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Mesesneg tak akan menjawab surat permintaan klarifikasi karena itu internal partai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengaku, Kementerian Sekretaris Negara telah menerima surat dari Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono yang ditujukan untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi). Surat tersebut berisi permintaan klarifikasi terkait tudingan AHY yang menyebut terdapat pejabat di lingkungan Istana yang ingin mengambil alih Partai Demokrat.

“Iya benar, kami sudah menerima surat dari Pak AHY yang ditujukan kepada Presiden,” kata Pratikno, Kamis (4/2).

Menurut dia, surat tersebut diantar langsung oleh Sekjen Partai Demokrat ke Kementerian Sekretaris Negara. “Jadi kami sudah menerima surat itu,” tambahnya.

Pratikno mengaku, tak akan menjawab surat permintaan klarifikasi dari Ketum Partai Demokrat AHY karena isu tersebut merupakan masalah di internal partai.

“Kami rasa kami tidak perlu menjawab surat tersebut. Karena itu adalah perihal dinamika internal partai. Itu adalah perihal rumah tangga internal Partai Demokrat yang semuanya kan sudah diatur dalam AD ART,” jelasnya.   

Seperti diketahui, pada Senin (1/2) kemarin, AHY telah mengirimkan surat kepada Jokowi untuk mendapatkan klarifikasi mengenai pejabat di lingkungan istana yang ingin mengambil alih Partai Demokrat.

Diketahui, pejabat yang dimaksud oleh AHY tersebut ialah Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko. Ia mengakui dirinya pernah bertemu beberapa kali dengan sejumlah kader Partai Demokrat di kediamannya.

Dalam pertemuan tersebut juga membahas mengenai masalah di internal Partai Demokrat. Namun Moeldoko tak mengungkap kapan pertemuan tersebut terjadi.

Sementara itu, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengungkap, pembahasan utama yang disampaikan dalam pertemuan tersebut yakni rencana mengusung Moeldoko sebagai calon presiden pada pemilu 2024 nanti.

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA