Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

Neymar: Saya tak akan Pernah Berhenti Berpesta

Rabu 03 Feb 2021 17:54 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Endro Yuwanto

Bintang Paris Saint-Germain (PSG) Neymar.

Bintang Paris Saint-Germain (PSG) Neymar.

Foto: AP/Christophe Ena
Neymar tidak percaya kehidupan sosialnya menghalangi penampilannya di lapangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyerang Paris Saint-Germain (PSG) dan Brasil, Neymar mengatakan, ia tidak akan pernah berhenti berpesta meski diklaim belum dewasa. Neymar dikenal sebagai tuan rumah perayaan mewah dengan tokoh-tokoh besar yang hadir sehingga menarik perhatian media.

"Jadi, siapa yang tidak suka berpesta? Semua orang suka bersenang-senang," kata Neymar dalam wawancara dengan stasiun radio Prancis TF1, dikutip ESPN, Rabu (3/2). "Saya tahu kapan saya bisa pergi, kapan saya tidak bisa pergi. Orang pikir saya belum dewasa bahwa saya tidak tahu apa yang saya lakukan."

Neymar, yang akan berusia 29 tahun pada 5 Februari 2021, dan dapat segera menandatangani kesepakatan baru dengan PSG, dikritik karena mengadakan pesta malam tahun baru selama sepekan untuk 150 orang di rumah tepi lautnya di Rio de Janeiro, Brasil. Padahal, kala itu kasus Covid-19 meningkat.

Neymar menambahkan, ia tidak percaya kehidupan sosialnya menghalangi penampilannya di lapangan. Ia pun mengatakan perlu mengeluarkan tenaga dari sepak bola.

"Saya sudah berkecimpung di sepak bola selama beberapa tahun," kata Neymar menjelaskan. "Jika Anda tetap 100 persen dengan kepala terfokus hanya pada sepak bola, menurut saya, Anda akan meledak. Ini adalah waktu saya untuk bersantai, untuk menjadi tenang. Saya tidak akan pernah berhenti melakukannya."

Mantan pelatih Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino, yang mengambil alih sebagai pelatih PSG pada 2 Januari 2021, mengaku akan mempertimbangkan izin untuk Neymar dalam pesta ulang tahun saudara perempuannya Rafaella di Brasil pada 11 Maret. Pesta itu telah dihadiri pemain tersebut di tahun-tahun sebelumnya.

"Kita akan lihat kapan waktunya tiba. Ketika saya mulai melatih, saya berkata pada diri, tidak akan fleksibel, dan saya tak akan membiarkan siapa pun keluar," kata Pochettino. "Setelah 12 tahun melatih, saya menyadari betapa pentingnya jadi fleksibel, dan saya suka menegosiasikan segalanya. Generasi baru suka memberikan pendapat dan didengarkan. Anda tak mendapatkan apa-apa dari memaksakan, Anda harus bernegosiasi."

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA