Tuesday, 25 Rabiul Akhir 1443 / 30 November 2021

Tuesday, 25 Rabiul Akhir 1443 / 30 November 2021

Revitalisasi Pasar, Pemkab Purbalingga Baru Dapat Rp 6,7 M

Rabu 03 Feb 2021 17:36 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Fuji Pratiwi

Bupati Purbalingga Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi melakukan inspeksi ke Pasar Hewan Purbalingga (ilustrasi). Program revitalisasi pasar tradisional di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah pada 2021 ini diperkirakan turun drastis dibandingkan 2020.

Bupati Purbalingga Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi melakukan inspeksi ke Pasar Hewan Purbalingga (ilustrasi). Program revitalisasi pasar tradisional di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah pada 2021 ini diperkirakan turun drastis dibandingkan 2020.

Foto: Dok. Pemkab Purbalingga
Pemkab Purbalingga berharap Kemendag mendukung revitalisasi pasar.

REPUBLIKA.CO.ID, PURBALINGGA -- Program revitalisasi pasar tradisional di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah pada 2021 ini diperkirakan turun drastis dibandingkan 2020.

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi menyebutkan, pada tahun anggaran 2021 ini, Pemkab Purbalingga baru mendapat dana revitalisasi pasar sebesar Rp 6,7 miliar. ''Dana itu berasal dari APBD Provinsi Jateng (Bantuan Gubernur),'' kata Dyah, Rabu (3/1).

Baca Juga

Terkait hal ini, dalam pertemuan dengan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kementerian Perdagangan, Dyah berharap Kemendag bisa mendukung berbagai program revitalisasi pasar yang direncanakan bisa dilaksanakan pada 2021.

Program yang direncankan antara lain revitalisasi pasar rakyat melalui dana Tugas Pembantuan (TP) Kemendag dengan kebutuhan Rp 24 miliar dan melalui DAK Kemendag dengan kebutuhan Rp 7 miliar. Serta dukungan untuk program-program lainnya seperti program penanganan Covid-19 di pasar rakyat dan program bantuan pemberdayaan usaha perdagangan.  

Secara khusus, Dyah juga meminta agar Kemendag untuk mendukung pembiayaan pembangunan Purbalingga Food Centre (PFC) dan program Bedah Warung yang dilaksanakan di Purbalingga. Pada 2020, Pemkab Purbalingga membangun PFC tahap I dengan anggaran Rp 1,2 miliar.

"PFC akan dapat menempatkan 100 pedagang kaki lima yang saat ini tersebar di berbagai lokasi,'' kata dia.

Sedangkan pada 2021, akan dilanjutkan dengan pembangunan tahap II berupa kegiatan penyempurnaan sarana dan prasarana fisik PFC dengan kebutuhan anggaran Rp 2,9 miliar. ''Karena itu kami berharap bantuan kembali dari Ditjen PDN,'' ungkap Dyah.

Menurutnya, bantuan yang dibutuhkan dari Kemendag adalah penyediaan tenda dan gerobak jualan bagi pedagang agar bisa seragam. Hal ini mengingat anggaran yang disediakan APBD, baru bisa untuk membangun sarana fisik.

Dyah juga berharap program bedah warung yang dilaksanakan Ditjen PDN bisa dilanjutkan di Purbalingga. Dalam pelaksanaan program Bedah Warung pada 2020, Kabupaten Purbalingga mendapat jatah 10 unit warung.

"Mengingat program ini mendapat sambutan antusias dari para pemilik warung, kami berharap program ini bisa dilanjutkan pada tahun 2021,'' kata dia.

Dalam kesempatan itu, Dyah juga menyampaikan terima kasih kepada Kemendag, yang sebelumnya telah mendukung berbagai program pembangunan bidang perdagangan di Purbalingga. Ia menyebutkan, sejak 2015 hingga 2020, tercatat ada Rp 26,6 miliar dana TP dan Rp 6,14 miliar DAK yang disalurkan di Purbalingga.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA