Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Eropa Berusaha Tarik AS Kembali ke Kesepakatan Nuklir Iran

Rabu 03 Feb 2021 14:53 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Pembangkit listrik tenaga nuklir Iran.

Pembangkit listrik tenaga nuklir Iran.

Foto: google.com
Sejak AS hengkang, Iran mulai tak mematuhi satu per satu komitmen perjanjian nuklir

REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSELS -- Uni Eropa berupaya menarik kembali Amerika Serikat (AS) ke dalam kesepakatan nuklir Iran atau dikenal dengan istilah Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA). Sejak AS hengkang, Iran mulai tak mematuhi satu per satu komitmen dalam perjanjian tersebut.

"Utusan Tinggi (Uni Eropa) Josep Borell sebagai koordinator kesepakatan nuklir bekerja sangat keras dan dia selalu berhubungan dengan mitra dari negara-negara peserta JCPOA, juga dalam pemerintahan baru (AS), dengan prioritas untuk memastikan kemungkinan kembalinya AS ke kesepakatan dan mengembalikan Iran dengan kepatuhan penuh,” kata Juru Bicara Uni Eropa Peter Stano saat diwawancara Al Arabiya, Selasa (2/2).

Baca Juga

Stano mengakui bahwa Iran memang mulai mengendurkan kepatuhannya terhadap JCPOA. Namun dia menyebut Teheran masih jauh dari pelanggaran penuh. Artinya, masih banyak elemen dalam JCPOA yang ditaati Iran.

“Untuk menjaga agar ada pelanggaran penuh, Iran perlu melakukan langkah-langkah yang lebih dramatis. Bagi kami yang terpenting adalah penilaian Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) yang masih memiliki akses penuh, yang masih bisa memverifikasi segala sesuatu yang perlu diverifikasi berdasarkan kesepakatan," kata Stano.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA