Rabu 03 Feb 2021 10:54 WIB

Pengelola Wisata Tebing Breksi Diminta Tingkatkan Inovasi

Tebing Breksi pernah mendapat penghargaan destinasi wisata terbaru dan terpopuler.

Wisatawan menikmati suasana sore di atas Tebing Breksi, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (1/1).
Foto: Antara/Hendra Nurdiyansyah
Wisatawan menikmati suasana sore di atas Tebing Breksi, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (1/1).

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Wakil Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Muslimatun meminta pengelola destinasi wisata Taman Tebing Breksi di Kecamatan Prambanan untuk terus meningkatkan inovasi dalam menarik minat kunjungan wisatawan. Sehingga semakin dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

"Tebing Breksi pernah mendapat penghargaan destinasi wisata terbaru dan terpopuler. Penghargaan tersebut diharapkan dapat dipertahankan dan ditingkatkan dengan inovasi yang lain," kata Sri Muslimatun saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kecamatan Prambanan.

Menurut dia, apa yang telah diraih Taman Tebing Breksi tersebut merupakan hasil kerja cerdas, kerja ikhlas dan kerja tuntas dari seluruh masyarakat Sleman. "Meskipun pandemi Covid-19 ini belum tahu kapan akan berakhir, kita harus tetap bahu membahu untuk memajukan Kabupaten Sleman," katanya.

Dalam Musrenbang Kecamatan Prambanan yang digelar di Balkondes, Tebing Breksi tersebut Camat Prambanan Rasyid Ratnadi Sosiawan menjelaskan bahwa obyek wisata Tebing Breksi yang semakin maju telah memberikan dorongan bagi desa-desa yang lain untuk ikut bergabung mengembangkan destinasi wisata yang baru.

"Pengembangan tersebut dengan memberdayakan UMKM, kelompok masyarakat, penggiat wisata dan Pokdarwis lintas desa," katanya.

Ia berharap, nantinya seluruh kelurahan yang ada di Kecamatan Prambanan dapat berkembang dan maju bersama kaitanya dengan destinasi wisata baru. Sedangkan beberapa permasalahan yang masih menjadi agenda penyelesaian di Kecamatan Prambanan diantaranya adalah pembangunan infrastruktur jembatan, pembangunan jalan kabupaten sampai Candi Barong serta jalan tol Jogja-Solo.

Ia mengatakan, pada tahun 2020 masyarakat di wilayah perbukitan Prambanan sudah mulai mendapat pelayanan air PDAM. "Meskipun belum maksimal, mudah-mudahan dengan dukungan anggaran di awal tahun 2021 permasalahan air di Prambanan, terutama di daerah pegunungan dapat teratasi," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement