Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Widodo Makmur Unggas Bidik Pendapatan Rp 4,3 T pada 2021

Selasa 02 Feb 2021 13:59 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Friska Yolandha

Rumah potong ayam (ilustrasi). PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMU) menargetkan dapat meraih pendapatan hingga Rp 4,3 triliun pada 2021.

Rumah potong ayam (ilustrasi). PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMU) menargetkan dapat meraih pendapatan hingga Rp 4,3 triliun pada 2021.

Foto: Antara/Zabur Karuru
Target pendapatan mayoritas diperoleh dari rumah potong.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMU) optimistis bisa mencatatkan kinerja yang positif usai merealisasikan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Perseroan menargetkan dapat meraih pendapatan hingga Rp 4,3 triliun pada 2021. 

Direktur Utama Widodo Makmur Unggas Ali Mas'adi mengatakan pertumbuhan pendapatan tersebut akan ditopang dari lini bisnis rumah potong. "Revenue driver kami mayoritas dari rumah potong," kata Ali, Selasa (2/2). 

Baca Juga

Pada tahun ini, Ali menjelaskan, emiten dengan kode saham WMUU ini merevisi belanja modal (capex) menjadi Rp 1,5 triliun dari sebelumnya sebesar Rp 1,9 triliun. Meski terjadi penurunan, Ali menegaskan, hal tersebut tidak akan mempengaruhi pendapatan maupun laba perusahaan. 

Menurut Ali, belanja modal tahun ini salah satunya akan diprioritaskan untuk mendanai program peningkatan kapasitas rumah potong yang menjadi pendorong utama pertumbuhan pendapatan. Selain itu, capex juga akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas broiler commercial farm hingga 6,6 juta ayam.

Tahun ini, perseroan juga siap melakukan ekspor ke sejumlah negara tetangga. Saat ini perseroan telah melengkapi fasilitas produksi dengan sertifikat berstandar internasional sehingga dimungkinkan untuk melakukan penjualan ke luar negeri.

"Paling tidak kuartal II atau kuartal III kita sudah mulai ekspor di negara tetangga dulu," kata Direktur Marketing Widodo Makmur Unggas, Tri Mahawijaya Herlambang menambahkan. 

IPO bukan satu-satunya aksi korporasi yang dilakukan oleh Widodo Makmur Unggas. Perseroan berencana menerbitkan instrumen surat utang atau obligasi korporasi di akhir tahun ini untuk mendukung upaya perseroan melebarkan sayap bisnis.  

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA