Selasa 02 Feb 2021 10:35 WIB

Bupati Bogor Ingin ASN Jadi Garda Terdepan Perangi Pandemi

Ade Yasin sebut kasus Covid-19 di masih terus meningkat di Kabupaten Bogor.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Bilal Ramadhan
Bupati Bogor, Ade Munawaroh Yasin tinjau persiapan pusat isolasi Covid-19 di Wisma Cibogo, Megamendung, Kabupaten Bogor, Senin (25/1).
Foto: Dok. Humas Pemkab Bogor
Bupati Bogor, Ade Munawaroh Yasin tinjau persiapan pusat isolasi Covid-19 di Wisma Cibogo, Megamendung, Kabupaten Bogor, Senin (25/1).

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Bupati Bogor, Ade Munawaroh Yasin melantik sebanyak 494 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tahun 2021 pada Senin (1/2). Hal ini merupakan bagian dari upaya penyegaran dan peningkatan kinerja serta untuk  memperkaya pengalaman setiap pegawai dalam mengadaptasi lingkungan strategis dan potensi pengembangan karier.

“Di samping itu juga terkait perubahan SOTK beberapa dinas sebagai konsekuensi Permendagri 90 tahun 2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi Dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan Keuangan Daerah sehingga sebagian pejabat harus dikukuhkan kembali,” ujar Ade Yasin, Senin (1/2).

Saat ini, dikatakan Ade Yasin, kasus Covid-19 di masih terus meningkat baik secara nasional, maupun di Kabupaten Bogor. Sehingga, Ade Yasin meminta Pemkab Bogor bersama-sama turut aktif dalam upaya menyelamatkan masyarakat Kabupaten Bogor dari Covid-19.

Termasuk, lanjutnya, membantu masyarakat yang sehat tapi terkonfirmasi positif (OTG), menangani masyarakat yang terkonfirmasi positif dan bergejala, serta menangani warga yang meninggal dunia akibat Covid-19.

“Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) harus menjadi garda depan dalam memerangi dan mengendalikan pandemi. Jika TNI Polri memiliki pasukan elit, maka pemerintah daerah juga memiliki pasukan elit yaitu para ASN untuk memerangi dan mengendalikan covid dan menyelesaikan dampaknya,” tutur Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor itu.

Ade Yasin juga meminta para ASN untuk melakukan pekerjaan secara luar biasa. Di mana menurutnya, birokrasi harus lincah beradaptasi dengan sistem kerja dalam tatanan normal baru. Namun, tentunya dengan memperhatikan keamanan dan kesehatan bekerja selama pandemi Covid-19.

Dirinya juga berpesan kepada para pejabat yang baru dilantik, agar meningkatkan literasi dan kultur digital. Tidak harus selalu di kantor untuk bekerja, dan tidak harus selalu di Pusdiklat untuk belajar, namun ASN perlu banyak membaca dan berdiskusi dengan kalangan kreatif, akademisi dan mitra strategis lainnya, agar muncul inspirasi atau ide inovasi sesuai bidang pekerjaan masing-masing.

“Jangan berhenti berinovasi, pertahankan dan kembangkan yang sudah ada, ciptakan lagi yang baru, terus berkreasi untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” harapnya.

Diketahui, ratusan pejabat yang dilantik hari ini terdiri dari Pimpinan Tinggi Pratama (Pejabat Eselon II), Pejabat Administrator (Pejabat Eselon III), Pejabat Pengawas (Pejabat Eselon IV), dan Pejabat Fungsional Dokter Ahli Utama.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement